posaceh com, Banda Aceh – Olimpiade Catur HUT Ke-14 Media Pos Aceh 2026 dipastikan berlangsung sengit. Sebanyak sembilan pecatur bergelar Master diprediksi akan turun gunung pada pesta catur tahunan tersebut.
Olimpiade akan dipusatkan di Kantor Media Pos Aceh, Jalan Tengku Adee Utama, Gampong Doy, Banda Aceh, pada 17-18 Oktober 2026 mendatang.
Kesembilan master tersebut akan tampil membela regunya masing-masing di kategori beregu, dan juga akan berlaga di kategori perorangan.
Berdasarkan data panitia, komposisi sembilan master itu terdiri dari lima Master Nasional (MN), tiga Master FIDE (MF) dan satu Master Internasional (MI).
Empat di antaranya merupakan master asal Aceh, yakni MN Chairilnardi, MN Klarisa Sabila, MF Zulkhairi, dan MF M. Hendrik Friasayani.
MN Chairilnardi akan memperkuat Regu BPKS Sabang. MF Zulkhairi membela Regu Haba Publik. Sementara MF M. Hendrik Friasayani dikabarkan bergabung dengan Regu Travel Kuala. Adapun MN Klarisa Sabila dipastikan hanya turun di kategori perorangan.
Sedangkan lima master lainnya datang dari Medan, Sumatera Utara. Rinciannya, tiga Master Nasional, satu Master FIDE dan satu Master Internasional.
“Dari Medan, sudah ada dua regu dari perusahaan swasta CV G2 Sejahtera yang mendaftar. Bahkan mereka menjadi instansi pertama yang mendaftar di Olimpiade Catur HUT Ke-14 Media Pos Aceh tahun ini,” ujar Penanggung Jawab Registrasi, Rezha Fata, Jumat (26/9/2026).
Menurut Rezha, Regu CV G2 Sejahtera diperkuat Master Nasional, Azhar Panjaitan.
Satu regu tangguh lainnya, Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa, Deli Serdang, juara bertahan tahun lalu, juga dipastikan kembali ambil bagian. Kapten regu, Rudi Hartono, bahkan telah meminta panitia untuk menerbitkan surat undangan resmi.
“Diperkirakan Regu Desa Bangun Rejo juga akan diperkuat satu pecatur bergelar Master Nasional,” kata Rezha.
Sementara itu, pecatur asal Jawa Tengah yang kini berdomisili di Medan, MN Muhammad Johan, mengaku tengah berupaya membentuk tim dan mencari sponsor instansi.
Ia juga akan mencoba menghubungi Master Internasional, Pitra Andika, untuk turut ambil bagian pada Olimpiade Catur HUT Ke-14 Media Pos Aceh.
Selain para master, sejumlah pecatur non-gelar tangguh dari Aceh, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau juga siap meramaikan. Di antaranya Hamdan Yelpi (Kepri) yang memperkuat Regu CV G2 Sejahtera, serta Edi Raja Parinduri yang juga dari regu yang sama dan kerap menjuarai turnamen di Medan.
Dari Aceh, tercatat nama-nama seperti F. Bari dan Rezi Galaksi yang langganan podium di berbagai turnamen lokal.
Mekanisme
Pelaksana Teknis Olimpiade Catur, Sudirman Mansyur NA, menjelaskan, Olimpiade Catur HUT Ke-14 Media Pos Aceh mempertandingkan nomor catur cepat dengan kontrol waktu 15 menit + increment 3 detik.
“Untuk kategori beregu instansi pemerintah dan swasta, pertandingan dilaksanakan pada 17 Oktober dengan sistem Swiss 7 babak, sehari selesai. Sedangkan kategori perorangan digelar 18 Oktober 2026, juga sehari selesai dengan 9 babak sistem Swiss,” jelas pria yang akrab disapa Dirman itu.
Ia menegaskan, untuk kategori beregu, setiap regu terdiri dari tiga pemain dan hanya diperbolehkan diperkuat maksimal satu pemain bergelar master. Setiap regu wajib melampirkan surat rekomendasi dari instansi yang diwakili. Sementara kategori perorangan terbuka untuk umum.
Terkait syarat dan mekanisme pendaftaran, peserta dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp di nomor 0852-3446-7600 (Rezha Fata). Pendaftaran dibuka mulai 16 September dan ditutup pada 15 Oktober 2026.(Sdm).
