Internasional

Selamatkan Pilot F-15E, Operasi Navy SEAL AS di Jantung Iran Diklaim Paling Berani

124
×

Selamatkan Pilot F-15E, Operasi Navy SEAL AS di Jantung Iran Diklaim Paling Berani

Sebarkan artikel ini
Puing pesawat Hercules C-130 Amerika Serikat yang Iran klaim telah mereka hancurkan di Isfahan, Minggu (5/4/2026), dalam misi pencarian pilot F-15 AS.FOTO/X @ME_Pengamat

posaceh.com, Jakarta – Pasukan komando Amerika Serikat harus menerobos masuk jauh ke wilayah Iran untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur F-15E.

Diketahui, Iran menembak jet tempur F-15E usai terbang di atas wilayahnya pada Jumat (3/4/2026).

Presiden Donald Trump mengeklaim, militer AS telah berhasil melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS. Menurut laporan The New York Times, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, pasukan komando Navy SEAL Team 6 ditugaskan untuk mengevakuasi pilot tersebut.

Sementara, pesawat tempur AS menjatuhkan bom dan melepaskan tembakan ke arah konvoi Iran untuk menjauhkan mereka. Meskipun terluka, prajurit angkatan udara tersebut, masih bisa berjalan, menghindari penangkapan di pegunungan selama lebih dari satu hari.

Penerbang yang identitasnya tidak diketahui itu dilengkapi dengan pistol, alat pemancar sinyal, dan perangkat komunikasi aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.

Pasukan komando AS yang mendekati perwira tersebut melepaskan tembakan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasi penyelamatan.

Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk mengirim puluhan pesawat, yang dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemputnya. “Dia mengalami cedera, tetapi dia akan baik-baik saja,” tulis Trump. Namun, unggahan keduanya menyebutkan bahwa prajurit angkatan udara itu terluka parah, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dua pesawat yang seharusnya mengangkut pilot dan para penyelamatnya ke tempat aman terjebak di pangkalan terpencil di Iran dan harus dihancurkan untuk mencegahnya jatuh ke tangan musuh. Pasukan AS kemudian menggunakan tiga pesawat angkut lainnya untuk membawa pilot dan para penyelamatnya keluar dari Iran.

Militer Iran mengatakan, operasi AS untuk menyelamatkan pilot tersebut menggunakan bandara yang terbengkalai di provinsi Isfahan selatan. Juru bicara komando pusat militer Iran, Ebrahim Zolfaghari juga menuturkan, dua pesawat angkut militer AS C-130 dan dua helikopter Black Hawk hancur.

CIA dilaporkan melancarkan kampanye penipuan untuk menyebarkan kabar di dalam Iran bahwa pasukan AS sedang memindahkan penerbang itu keluar dari negara tersebut melalui jalur darat. Dalam unggahan awalnya, Trump mengkonfirmasi berhasilnya penyelamatan pilot. Namun, hal itu tidak diungkapkan untuk menghindari membahayakan misi penyelamatan kedua.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer dua pilot AS diselamatkan secara terpisah, jauh di wilayah musuh,” tulisnya. AFP telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar lebih lanjut. Pentagon mengarahkan AFP ke unggahan media sosial Trump yang mengumumkan penyelamatan tersebut.

Iran klaim AS gagal selamatkan pilot Namun, cerita berbeda diungkapkan oleh pihak Iran. Militer Iran menyebut, operasi AS untuk menyelamatkan pilot pesawat tempur F-15 yang jatuh “sepenuhnya digagalkan”.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara komando pusat militer Iran Ebrahim Zolfaghari dalam video yang disiarkan televisi pemerintah, Minggu (5/4/2026).

“Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, sepenuhnya digagalkan,” kata Ebrahim dikutip dari AFP, Minggu (5/4/2026).

Ia juga menyindir pernyataan Trump dengan menganggapnya sebagai “retorika kosong dan pengalihan perhatian, meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat.”(Muh/*)