posaceh.com, – BYD Motor Indonesia baru saja memperkenalkan Blade Battery generasi kedua. Ada beberapa mobil listrik yang menggunakan penampung daya tersebut.
Ambil contoh New Danza D9 serta Z9 GT. Selain itu BYD Atto 2 yang telah meluncur di Indonesia juga bakal dibekali teknologi tersebut.
Belum berhenti sampai di situ, jenama asal Cina ini juga bakal menyematkan Blade Battery generasi kedua pada BYD M6 EV.
“BYD M6 EV 2026 akan menggunakan Blade Battery generasi kedua. Perangkat kerasnya sudah sepenuhnya siap,” ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Eagle menyampaikan bahwa saat ini, mereka terus mematangkan berbagai persiapan untuk meluncurkan BYD M6 EV dengan penampung daya anyar.
Salah satunya dengan melakukan penyesuaian pada perangkat lunak, sehingga bisa digunakan lebih lancar oleh konsumen.
Lebih jauh, Eagle mengatakan bahwa proses penyesuaian perangkat lunak tersebut tidak bakal membutuhkan waktu lama.
BYD bahkan tengah mempertimbangkan waktu untuk mengumumkan secara resmi, kehadiran M6 EV terbaru di Indonesia.
“Mungkin kami akan memilih waktu, misalnya bulan depan untuk mengumumkan secara resmi informasi BYD M6 EV (terbaru),” Eagle menambahkan.
Sebagai informasi, kehadiran Blade Battery generasi kedua menjadi salah satu pembaruan paling penting pada mobil listrik BYD satu ini.
Melalui penyegaran itu, pengguna M6 EV baru bisa merasakan manfaat teknologi pengisian daya super cepat, BYD Flash Charging.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pengisian daya, berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sistem pengisian konvensional.
Kedua teknologi baru tersebut dikatakan, menawarkan beberapa keunggulan bagi pengguna mobil listrik BYD maupun Danza.
Salah satunya adalah waktu pengisian daya yang sangat singkat.
Seperti pengisian baterai dari kondisi 10 persen ke 70 persen membutuhkan waktu lima menit.
Sementara itu, pengisian dari 10 persen ke 97 persen hanya membutuhkan waktu sembilan menit bagi pengguna EV.
Selain Blade Battery generasi kedua, BYD turut mengembangkan sistem yang disebut Flash Plus Ion Transport System.
Teknologi ini dirancang untuk mempercepat pergerakan ion litium di dalam baterai sekaligus mengurangi hambatan internal.
Dengan hambatan internal lebih rendah, panas yang timbul selama proses pengisian daya juga dapat ditekan.(Muh/*)
