Daerah

Sejumlah Pedagang Meugang di Pidie Mengeluhkan Banyaknya Kutipan

1993
Sejumlah pedagang daging di pasar Gampong Pante Tengoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, pada hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M mengeluh. Mereka mengaku harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan lapak jualan, pada Rabu, (22/03/2023). FOTO/ HARMADI

posaceh.com, Sigli – Sejumlah pedagang daging di pasar Gampong Pante Tengoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, pada hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M mengeluh. Mereka mengaku harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan lapak jualan, pada Rabu, (22/03/2023).

Adapun pedagang daging meugang mengeluarkan uang tersebut untuk menyewakan tempat jualan sebesar Rp 200 ribu per satu lapak. Kemudian mereka juga harus membayar pajak sebesar Rp 150 ribu per satu ekor lembu atau kerbau yang mereka sembelih.


Seorang ketua pedagang lembu/kerbau, Tayeb kepada posaceh.com mengakatan, pihaknya mendapat lapak ini harus mengeluarkan uang sebesar Rp 200 ribu per satu lapak untuk jualan, dan juga mengeluarkan biaya untuk pajak 150 per satu ekor lembu atau kerbau.

“Anehnya dari 350 Ribu uang yang disetor untuk mengeluarkan penyewaan lapak dan pajak hanya empat yang diberikan bukti setoran sah resmi, selebihnya biaya lapak. Anehnya lagi saat mengambil pajak petugas membawa beking untuk pengutipan biaya lapak,” kata Tayeb, ketua kelompok penjualan daging

Seorang pedagang lainnya, Jamaludin menjelaskan satu lapak meja harus mengeluarkan uang sebesar Rp 350 ribu. Akan tetapi pihaknya hanya menerima bukti penyetoran sah resmi dari petugas Pemkab Pidie berupa biaya retribusi sampah Rp 15 ribu, retribusipemeriksaan kesehatan hewan Rp 6 ribu, retribusi pasar pedagang sapi/kerbau pada hari meugang Rp 30 ribu, dan retribusi pemotongan hewan di rumah pemotongan hewan (RPH) Rp 30 ribu.

“Satu lapak meja harus kami sewa sebesar 200 ribu, padahal biaya lapak termasuk retribusi pasar, masak diambil sewa lapak lagi,” ujar Jamaludin.

Jamaludin juga menyampaikan harga daging meugang Ramadhan di sejumlah pasar di Kabupaten Pidie bervariasi, mulai Rp 170 ribu per kilogram sampai Rp 200 ribu per kilogram.

“Dari harga Rp 200 ribu menjadi Rp 180 ribu harga jual saat siang turun, karena para pedagang ingin dagangannya cepat habis terjual dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.

Hal yang sama juga terpantau di Pasar Grong-grong dan pusat pasar daging meugang lainnya. Daging sapi dan kerbau dijual dengan harga paling tinggi Rp 190 ribu per kilogram, kemudian turun menjadi 120 ribu per kilogram.

Rahman pedagang daging di Pasar Grong-grong mengatakan, harga daging saat pagi harganya kami jual Rp 190 ribu per kilogram, sekarang Rp 180 ribu harga jual saat siang turun karena para pedagang ingin dagangannya cepat habis terjual dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Saat sore, daging kami jual paling rendah di harga Rp 120 ribu untuk cepat habis terjual dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Rahman mengakhiri keterangannya. (Harmadi)

Exit mobile version