News

SBI Pertahankan Kinerja Positif di Tengah Pandemi dan Krisis Energi

1647
×

SBI Pertahankan Kinerja Positif di Tengah Pandemi dan Krisis Energi

Sebarkan artikel ini
SBI terus mendorong perwujudan pembangunan berkelanjutan melalui solusi pengolahan limbah dan sampah perkotaan menjadi sumber energi alternatif terbarukan. Foto seorang pekerja SBI dilokasi pengolahan limbah. FOTO/ DOK SBI

posaceh.com, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI/Perseroan) berhasil mempertahankan kinerja positifnya di tengah pandemi Covid-19 dan krisis energi sekarang ini.

Direktur Utama PT SBI, Lilik Unggul Raharjo, menyampaikan bahwa meski belum bisa dibilang pulih jika dibandingkan sebelum pandemi, konsumsi semen domestik mengalami kenaikan sebesar 4,3% menjadi 65,2 juta ton dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 62,5 juta ton.

Begitu juga, pasar ekspor naik 23,2% menjadi 11,4 juta ton dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 9,3 juta ton.

Selain kondisi market overcapacity dan pandemi yang masih berlanjut, industri semen juga mengalami tantangan kenaikan harga batu bara di tahun 2021 akibat krisis energi global. Kenaikan harga ini berdampak pada biaya energi yang berkontribusi sekitar 30% pada biaya produksi.

Meski dibayangi berbagai tantangan berat di tahun 2021, sinergi bersama SIG berhasil membantu SBI mempertahankan kinerja positif dengan mencapai total volume penjualan semen dan terak sebesar 13,4 juta ton atau naik sebesar 12,4% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya volume penjualan juga dialami bisnis beton jadi sebesar 25,4% menjadi 1,1 juta m3, dan agregat sebesar 48,7% menjadi 913 ribu ton. Sinergi dan berbagai upaya efisiensi yang dilakukan oleh Perseroan, membantu SBI menjaga EBITDA tetap positif dan mencatat peningkatan laba bersih menjadi sebesar Rp721 miliar.

SBI terus berkomitmen untuk mengoptimalkan beragam solusi-solusi bernilai tambah yang inovatif bagi seluruh pemangku kepentingan. Foto pekerja SBI sedang melakukan pekerjaan dengan alat berat
FOTO/ DOK SBI

Lapiran kinerja keuangan SBI tahun buku 2021 dengan ringkasan (diaudit dalam milliaran rupiah) yakni per 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020 dimana volune Penjualan Semen dan Terak (ribu ton) yakni 13.452 (2021) dan 11.970 tahun 2020, Pendapatan (11.218/ 10.108), Laba Kotor (2.854/2.984), EBITDA (2.402/ 2.482), Laba Sebelum Bunga & Pajak Penghasilan (1.540/ 1.645) serta Laba Bersih Tahun Berjalan mencapai Rp 721 M tahun 2021 dan Rp 651 M ditahun 2020.

Proyeksi Bisnis 2022
Menanggapi kinerja tahun 2021, Direktur Utama, Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa pandemi seharusnya sudah dapat lebih diatasi. Pasalnya, pandemi dan krisis energi merupakan sinyal kuat urgensi atas kebutuhan solusi-solusi berkelanjutan. “Karena itu, SBI akan fokus pada inisiatif-inisiatif berorientasi pembangunan berkelanjutan yang menjadi daya saing kami. Mulai dari aplikasi digitalisasi untuk operasional yang efisien, pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara dan menurunkan emisi karbon, hingga penciptaan solusi-solusi konstruksi berkelanjutan sesuai kebutuhan pembangunan saat ini dan masa depan”, ujar Lilik.

Sebagai diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.(MarDG/Rel)