Pemerintah Aceh

Satu Syarikah, Satu Warna, Biru Muda Sebagai Pengenal Jamaah Haji Aceh

639
Jamaah haji Kashmir dengan barang bawaan bersiap masuk Asrama Haji di Srinagar, India, pada 4 Mei 2025. FOTO/AFP

posaceh.com, Banda Aceh – Seluruh jamaah haji Aceh yang berjumlah 4.37 orang jamaah haji yang tergabung dalam kloter 12 ditangani oleh satu syarikah dan satu warna, biru muda menjadi simbol kebersamaan jamaah haji Aceh selama berada di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

Warna bagi jamaah haji sebagai penanda identitas, pengidentifikasian kesehatan, dan memudahkan pengurusan. Gelang kesehatan dengan warna merah, kuning, dan hijau menunjukkan riwayat penyakit jemaah, sedangkan gelang identitas dengan warna khusus per embarkasi mempermudah identifikasi jamaah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Drs H Azhari MSi yang juga Kepala Kakanwil Kemenag Aceh menjelaskan warna biru muda ini dipakai sebagai tanda pengenal jamaah haji pada konferensi pers di Asrama Haji Banda Aceh, Jumat (16/5/2025) siang.

Dikatakan, dengan ditempatkan di satu syarikah, maka jamaah haji Aceh akan lebih mudah dalam melaksanakan ibadah haji, karena ditempatkan dalam satu kesatuan, termasuk hotel tempat menginap dan juga bus pemberangkatan dari satu lokasi ke lokasi lain.

Begitu juga dengan Kartu Baitul Asyi yang telah ditandatangani oleh Gubernur Aceh untuk menerima tambahan uang saku dengan jumlah diperkirakan lebih banyak dibandingkan musim haji tahun lalu. Disebutkan, tahun lalu 1.500 riyal atau Rp 6 juta dan musim haji tahun ini akan bertambah.

Sedangkan uang saku bagi jamaah Aceh sebesar 750 riyal atau sekitar Rp 3.030.000 per orang. Diperkirakan, jumlah uang saku jamaah Aceh sekitar Rp 10 juta per orang, sehingga dapat digunakan untuk membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Azhari menjelaskan syariah ini merupakan sebuah perusahaan yang ditunjuk Kerajaan Arab Saudi, khusus untuk menangani jamaah haji asal Aceh yang mulai terbang ke Arab Saudi pada Minggu (18/5/2025) pagi pukul 07.20 WIB.

Dia juga menyinggung tentang barang bawaan CJH Aceh yang diizinkan yakni satu koper besar, sedang dan kecil, serta satu ransel yang dapat dikosongkan dengan dilipat dan dimasukkan ke koper.

Dia menjelaskan ransel ini akan diisi oleh penyedia layanan haji di Arab Saudi yang nantinya dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Ditambahkan, khusus Kartu Nusuk diberikan di Arab Saudi.

Kartu identitas ini wajib digunakan para jemaah haji yang menjadi ketentuan oleh Arab Saudi, karena tanpa kartu ini, CJH tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Mekkah dan Madinah yang berisi data jamaah.10 jam yang lalu atau sebelum tiba di Kerajaan.

Sedangkan paspor dan visa serta lainnya diberikan sebelum keberangkatan di Asrama Haji Banda Aceh. Perwakilan Imigrasi Banda Aceh menyatakan paspor dan visa untuk tiga kloter pertama, 1 sampai 3 sudah siap digunakan CJH Aceh.(Muh)

Exit mobile version