posaceh.com, Banda Aceh – Santri Dayah Banda Aceh menunjukkan keseriusannya dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Aceh 2025 yang akan dilaksanakan pada 19–21 Agustus 2025 mendatang di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh.
Sebanyak 10 santri terbaik hasil seleksi ketat di tingkat Kota Banda Aceh telah diputuskan hari kedua Training Center (TC) dan Seleksi MQK IV Tingkat Provinsi Aceh, 15 Agustus 2025 di Al Hanifi Hotel.
Para Santri terbaik Kota Banda Aceh tersebut adalah Nafil Zia Almahira (Madinatul Fata), Kiramatul Ulya (Madinatul Fata), Sharijan (Mini Aceh), Alisa Quratul Nada (Babun Najah), Ahmad Humaidil Al Akhyar (Madinatul Fata), Nurlaila Asawira (Madinatul Fata), Mujibul Kiram (Madinatul Fata), Izatul Muna (Mabdaul Ulum Al Aziziyah), M Zikra (Mini Aceh), Khalisah Khumaira (Madinatul Fata).
Ke-10 santri tersebut diseleksi secara ketat oleh 3 narasumber yang berkompenten di bidang Kitab Thurats, yaitu Waled Rusli Daud SHI MAg (Pimpinan Mishrul Huda Malikussaleh), Waled Muhibban (Wakil Ketua MPU Kota Banda Aceh), Tgk Nasrul Zahidy SSos (Wakil Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin).
Ke-10 santri dayah terbaik Kota Banda Aceh nantinya akan bersaing dalam ajang kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan membaca dan memahami kitab kuning berbahasa Arab yang menjadi ruh utamanya pendidikan di dayah/pesantren.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh, Muhammad, SSos MM, melalui Kabid SDM dan Manajemen Muhammad Syarif SHI MH, menyatakan pihaknya optimis terhadap potensi para santri yang telah dibina secara intensif melalui Training Center MQK IV 2025 dengan berbagai simulasi perlombaan dan teknik jitu dalam meraih prestasi.
“Kami yakin Banda Aceh siap tampil maksimal dan berpeluang besar mengembalikan kejayaan masa lalu di ajang MQK II Tingkat Provinsi Aceh 2021 lalu. Bahkan seorang santri Dayah Madinatul Fata juara Nasional, buah dari prestasi Juara 1 di ajang MQK tersebut,” katanya.
Lebih lanjut Syarif mengatakan santri Banda Aceh bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki komitmen dan semangat juang yang tinggi, saat menutup acara TC dan Seleksi MQK IV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025.
MQK Tingkat Provinsi Aceh sendiri merupakan ajang 2 tahunan yang tidak hanya menampilkan kompetensi akademik santri dalam memahami literatur Islam klasik, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi antar Santri Dayah/Pesantren Bansigoem Aceh selakugus bagian dari evaluasi Implementasi penerapan kurikulum dayah.
Sebagai informasi Dayah Madinatul Fata, Gampong Lampeot, Kecamatan Banda Raya, satu dayah tradisional terbaik di Kota Banda Aceh, di mana santrinya bukan hanya berasal dari warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar, akan tetapi juga berasal dari kabupaten/kota lainnya di Aceh, dari Jambi, dan Malaysia. (Ask/*)











