posaceh.com, Kota Jantho – Media sosial kini menjadi salah satu ruang yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi santri di Aceh Besar untuk ikut menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui konten digital yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Besar, Adi Dharma, S.Pd., M.Pd., saat membuka Pelatihan Digitalisasi Santri Dayah Aceh Besar Tahun 2026 di Hotel Madinatul Zahra, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (17/9/2026).
Menurut Adi Dharma, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima informasi. Dakwah pun tidak lagi terbatas pada kegiatan secara langsung, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Facebook, TikTok, Instagram dan media sosial lainnya.

Karena itu, santri perlu memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi agar dapat menyampaikan informasi dan konten keislaman dengan cara yang menarik, kreatif serta tetap memperhatikan adab dan nilai-nilai Islam.
“Mudah-mudahan santri-santri Aceh Besar bisa mengambil porsi ini, bisa mengambil ruang digitalisasi di media-media sosial untuk menampilkan konten-konten dakwah dan lain sebagainya,” ujarnya.
Adi Dharma juga mengingatkan agar santri tidak hanya menjadi penikmat atau pengguna konten di media sosial. Santri juga diharapkan mampu menghasilkan konten yang memberikan manfaat dan memiliki pesan positif bagi masyarakat.
“Saya berpesan, kita tidak hanya menjadi konsumen di media sosial, tetapi juga harus menjadi produsen. Artinya, kita harus mampu membuat dan menyebarkan konten-konten yang bermanfaat di media sosial,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Besar menggelar Pelatihan Digitalisasi Santri Dayah Aceh Besar Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16 hingga 18 September 2026, itu diikuti 50 santri dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan keterampilan digital, mulai dari literasi dan transformasi digital, desain grafis, pemanfaatan media sosial, fotografi dan videografi, hingga pengenalan teknologi drone.

Materi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan praktis bagi para santri dalam membuat, mengelola, dan menyebarkan konten melalui media digital.
Adi Dharma berharap para santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengetahuan di bidang teknologi.
“Saya berharap para santri dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan mengambil sebanyak-banyaknya ilmu yang diberikan, khususnya terkait digitalisasi. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dalam memanfaatkan media digital secara positif,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar dalam membekali santri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan keterampilan tersebut, santri diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah, pengembangan diri, sekaligus menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (Zal)











