* Dari 2008 Hingga Sekarang
posaceh.com, Kota Jantho – Sanggar Seni Entertainment Aceh Rayeuk atau yang sering disebut dengan Sanggar SENAR, berdiri sejak tahun 2008 hingga kini masih terus eksis mewarnai kegiatan seni budaya di Aceh khususnya di Aceh Besar.
Pimpinan Sanggar SENAR Jamal Putra, saat diwawancarai posaceh.com mengatakan, ia dan beberapa teman sejawatnya yang bergerak dibidang seni dan budaya membentuk satu sanggar yang tujuan utamanya merupakan menghidupkan kesenian daerah, mulai tanggal 20 bulan Juni tahun 2008 terbentuklah Sanggar Senar di Indrapuri. “Awalnya tahun 2008 yang lalu kami mendirikan sanggar seni budaya yang tujuan utamanya untuk menjaga warisan indatu,” katanya, Rabu (29/12/2021).
Menurut Jamal, nama SENAR menjadi pilihan menarik, karena selain merawat warisan indatu agar tidak hilang ditelan zaman seni budaya juga harus memiliki nilai entertainment agar diminati oleh masyarakat luas. “Oleh sebab itu kita berikan nama sanggar ini SENAR, dimana kami juga menjadikan seni budaya memiliki nilai entertainment agar diminati banyak orang,” ujarnya.
Lantas mengapa ada Aceh Rayeuk, menurut Jamal, bahwa Aceh Rayeuk memiliki arti tersendiri, karena seniman yang tergabung dalam SENAR terdiri dari pelaku seni mulai dari Krueng Raya hingga Saree. “Kita bubuhkan nama Aceh Rayeuk, karena memang anggota kita dari Ujung Aceh Besar Krueng Raya hingga ke Seulimum dan Saree, dari situlah saya bubuhkan nam Aceh Rayeuk,” terangnya.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2010 yang lalu Sanggar Senar pindah ke Jantho dan beraktivitas di Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar. “Karena tokonya tidak disewakan lagi jadi kami pindah ke Jantho, dan semua yang di Indrapuri juga sudah kami pindahkan ke Jantho,” jelasnya.
Saat ini, Sanggar SENAR memiliki 40 orang anggota aktif, yang sebelumnya anggota sanggar SENAR berjumlah 80 orang dan memiliki tiga divisi, pertama Divisi Tari Budaya dan Tradisional, Divisi Musik dan Vokal dan Divisi Cinematography atau perfilman. “Sekarang anggota yang aktif ada 40 orang yang terbagi dalam tiga divisi yang ada,” terang pengurus DKA Aceh Besar itu.
Terkait dengan prestasi yang pernah diraih, Jamal mengatakan, sejak 2008 yang lalu SENAR sudah banyak memiliki prestasi, namun yang paling membekas bagi sanggar SENAR adalah, Sanggar SENAR menjadi bagian pengisi acara Sabang fair, diamana dalam acara tersebut SENAR bergabung dengan sanggar Lumpia yang diasuh oleh almarhum Emi, untuk menarikan tarian kreasi yang berkisah tentang perjuangan Panglima Polem, hingga akhirnya tarian Panglima Polem tersebut dipatenkan khusus untuk SENAR hingga saat ini. “Jadi itulah prestasi luar biasa bagi kami, sampai saat ini tarian kreasi itu menjadi hak paten sanggar SENAR dan sudah beberapa kali mengisi acara-acara besar di Aceh,” terang Jamal Putra lagi.
Ia juga menyampaikan, banyak artis-artis Aceh ini yang berasal dari sanggar SENAR. “Banyak juga artis yang lahir dari SENAR, karena memang disini kami gembleng dari dasar sampai mereka mampu mengembangkan bakatnya sendiri,” ungkap Jamal.
Diakhir wawancara, Jamal menyebutkan, saat ini banyak anggota dari sanggar SENAR yang memperdalam pengetahuan seni budaya di Sekolah Tinggi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. “Makanya banyak dosen yang mengucapkan termakasih kepada kami, karena sudah memberikan ilmu dasar seni budaya, jadi saat di kampus dosen tidak lagi sulit mengajarinya,” pungkas Jamal Putra. (Muiz)
