Daerah

Sampah Menumpuk di Pajak Terpadu: Ini Kata Kabid Limbah B3 DLKH dan Kadis Prindagkop Galus

2312
×

Sampah Menumpuk di Pajak Terpadu: Ini Kata Kabid Limbah B3 DLKH dan Kadis Prindagkop Galus

Sebarkan artikel ini
Sulihin (60) warga setempat sempat protes atas menumpuknya sampah di samping kediamannya, Selasa (12/4/2022). FOTO/ KAMAL GAYO

posaceh.com, Blangkejeren – Hingga kini kondisi sampah dibiarkan menumpuk dan berserakan di Pajak Terpadu Desa Bustanussalam Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh sudah berlangsung satu setengah bulan terakhir.

Menurut salah seorang warga pajak terpadu bernama Sulihin (60) mengatakan,sudah satu bulan lebih sampah yang berdekatan dengan rumah tinggalnya berserakan dimana – mana bahkan sepanjang jalur jembatan dibawahnya sampah banyak berserakan bahkan ada yang sudah berulat,karena sampah itu banyak sekali menumpuk mungkin sudah lebih 10 Ton.

“Terus terang sampah yang berada disamping rumah saya banyak berserakan,bahkan sudah bauk busuk sehingga keluarga kami sangat terganggu akibat bauk busuk yang menusuk hidung,dan ada juga sudah bauk bangkai, mungkin sudah 10 ton banyaknya sampah tersebut berserakan dan menumpuk didalam pajak tersebut,” kata Sulihin, Selasa (12/4/2022) kemaren.

Sampah berserakan di pajak terpadu diperkirakan 10 ton,hingga kini berserakan Selasa (12/4/2022).FOTO/ KAMAL GAYO

Selain itu kata Sulihin,sampah berserakan di pajak terpadu tentunya membuat pedagang dan pengunjung bahkan warga yang tinggal disekitaran pajak terpadu itu tidak merasa nyaman. Selain menimbulkan bau tak sedap. Sampah berserakan di pasar juga mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan pasar.

Terlebih lagi sampah makanan mentah yang mudah membusuk,bercampur dengan sampah lainnya,seperti bungkus plastik atau kertas dan lain – lain. Tidak hanya berdampak pada lingkungan juga menimbulkan akibat bagi orang – orang di pajak terpadu,yakni pedagang dan pembeli.

Kabid Sampah Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Galus Hamdan,SE Rabu (13/4/2022). FOTO/ KAMAL GAYO

“Sampah yang berserakan dan menumpuk di pajak terpadu menjadi sumber kuman,bakteri,serta virus penyebab panyakit,seperti diare sampai gangguan pernapasan kami. Selain itu kondisi pajak terpadu yang dipenuhi sampah berserakan juga mengganggu keindahan lingkungan dan menimbulkan pemandangan yang tidak elok atau tidak indah. Akibatnya hal ini juga mempengaruhi kenyamanan orang – orang yang berdomisili di sekitaran pajak terpadu,” ucapnya Sulihin lagi.

Menanggapi keluhan warga pajak terpadu tersebut,Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gayo Lues Drh, H. Ibnu Hafid melalui Kabid Pengelolaan Sampah,limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup Gayo Lues Hamdan,SE Rabu (13/4/2022) menjelaskan,agar tidak salah paham sebenarnya sampah yang berserakan di pasar terpadu tersebut merupakan tanggung pihak Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Gayo Lues,untuk dikumpulkan dan dimasukan kedalam tong – tong sampah yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Kadis Prindagkop Gayo Lues H. Syahrul ST Rabu (13/4/2022). FOTO/ KAMAL GAYO

“Seharusnya mereka Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM,mengumpulkan sampah ditempat yang telah disediakan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan bukan dibiarkan berserakan dan dibuang disembarang tempat dan bila tong sudah penuh Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab membawa dan mengangkut ke TPA,” jelas Hamdan.

Selain itu kata Hamdan,Dinas Lingkungan Hidup juga sudah pernah melakukan gotong royong dilokasi tersebut dibagian luar pajak dan mengutip sampah yang seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan bila sampah tersebut masih berada dilokasi bagian dalam pajak,dan jika sudah terkumpul kami siap angkut ke TPA, sebut Hamdan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disprindakop/UKM) Gayo Lues H. Syahrul ST ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait pengelolaan sampah di pajak terpadu tersebut mengatakan,awalnya tong sampah diletakan didepan pasar,karena pihak lingkungan hidup tidak mengangkut sampah tersebut,masyarakat sekitar marah dan diambil tindakan untuk meletakan sampah ke belakang pajak terpadu.

“Coba saya koordinasikan dengan Kabid perdagangan,saya perintahkan Kabid Perdagangan agar berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup,jadi besok akan kita rapatkan kembali,” kata Syahrul.

Kasi pasar pada Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Galus Herman SE menjelaskan masalah itu sudah kita koordinasikan dan baru saja tong diangkut,kita juga melaporkan yang membuang sampah bukan hanya di pasar terpadu saja,tetapi dari kalangan masyarakat Desa lain yang sulit kita kontrol akibat terbatasnya tong sampah yang disediakan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup,”sehingga masyarakat beranggapan tong sampah di pasar terpadu menjadi tempat sampah bersama,” tutur Herman.

Sementara pengakuan petugas pasar menjelaskan,nampaknya kedua Instansi tersebut hendaknya duduk bersama memecahkan masalah ini,”sebab dari pengakuan petugas kita,tong sampah sudah penuh tapi tidak diangkut,sehingga volume dampak terus bertambah,akhirnya petugas mengumpulkan didekat kontiner,” tutupnya. (KG)