posaceh.com, Kota Jantho – Menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kembali menggelar aksi Satu Jam Memungut Sampah di Pekarangan Masjid Agung Al Munawarah, Pasar Kota Jantho serta Lapangan Bungoeng Jeumpa, Kota Jantho, Jum’at (10/3/23). Sebelumnya, kegiatan yang sama sudah digelar di lokasi itu tiga pekan silam.
Kali ini, aksi Satu Jam Memungut Sampah itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar Drs. Sulaimi, MSi. Pada kesempatan itu, Sekda mengatakan, sasaran lokasi kegiatan aksi satu jam memungut sampah itu biasanya dilaksanakan pada setiap akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu, baik di tempat wisata ataupun pasar. Namun kali ini dilakukan pada hari Jum’at dan tidak hanya menyasar pasar, tapi juga aksi bersih-bersih di Masjid Agung Al Munawarah dan Lapangan Bungoeng Jeumpa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilakukan oleh Pemkab Aceh Besar yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan rasa nyaman, khusyuk dan tenang kepada jamaah saat melakukan ibadah selama bulan suci Ramadhan,” kata Sulaimi saat memimpin apel.
Sekda Aceh Besar itu mengatakan, kegiatan Satu Jam Memungut Sampah di seputara masjid juga ditujukan untuk mewujudkan pemandangan bersih dan nyaman pada seluruh fasilitas ibadah, karena prekuensi kunjungan jamaah akan meningkat di Bulan Ramadhan. “Melalui Gerakan Jumat Bersih pada hari ini, Pemkab Aceh Besar mengajak semua pihak untuk semakin sadar dan peduli dengan kebersihan lingkungan serta persoalan sampah. Kami meminta seluruh elemen untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” tandas Sulaimi.
“Ini semua juga untuk menjaga apa yang sudah ditanamkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, agar kita semua senantiasa menjaga serta meneruskan spirit untuk terus menjaga kebersihan Kabupaten Aceh Besar yang kita cintai ini,” ujar Sulaimi.
Dipilihnya Masjid Agung Al Munawarah, karena Masjid tersebut berada di Kota Jantho, mengingat Jantho merupakan Ibukota dari Aceh Besar dan menjadi contoh general untuk Aceh Besar, sebab masjid itu sering di kunjungi warga luar Aceh Besar.(Mursalin/*)
