News

Sambangi Dekranasda, Istri Menparekraf RI Borong Produk Kerajinan Aceh Besar

1696
×

Sambangi Dekranasda, Istri Menparekraf RI Borong Produk Kerajinan Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
FOTO/ MC ACEH BESAR Istri Menparekraf Republik Indonesia, Nur Asia didampingi Istri Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati dan Istri Bupati Aceh Besar Hj Rahmah Abdullah melihat dan membeli hasil kerajinan khas Aceh Besar di Galeri Dekranasda Aceh Besar, Minggu (2/5/2021).

posaceh.com, Kota Jantho – Saat mengunjungi Sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, di Gampong Gani Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Nur Asia bersama Istri Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Minggu (02/05/2021), istri dari Sandiaga Uno tersebut memborong beberapa produk kerajinan khas Aceh Besar.

Beberapa produk yang dibeli Nur Asia di antaranya adalah kain songket khas Aceh Besar, tudung saji berbahan rotan, bakul nasi dari anyaman bili, tas dan baju berbordir.
“Kerajinannya bagus. Motifnya juga dijahit dengan rapi,” kata Nur Asia memberikan tanggapan spontannya, sembari terus melihat produk kerajinan dari para pengrajin yang tergabung dalam kelompok Usaha Kecil Menegah (UKM) itu.

Kain songket yang dibeli oleh Nur Asia itu ditenun oleh Ira Mutiara. Wanita muda yang usianya 28 tahun itu, diajarkan menenun oleh ibunya Darliana sekitar dua tahun lalu. Dalam satu unit kain ukuran 180×1 meter, Ira membutuhkan waktu 10 hari untuk menenun selembar kain hingga selesai.

“Ya, saya butuh waktu 10 hari untuk menenun selembar kain dan jual satu lembarnya seharga satu juta tiga ratus ribu rupiah,” kata Ira.

Kedatang istri Menparekraf Republik Indonesia dan Istri Gubernur Aceh yang juga Ketua Dekranasda Aceh disambut Ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah berserta pengurus Dekranasda, Aceh Besar.

Pada kesempatan itu, Nur Asia menyampaikan bahwa pengembangan budaya kearifan lokal, khususnya beragam produk ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar dalam mengangkat perekonomian masyarakat.

“Lewat inovasi dan kreatifitas, produk ekonomi kreatif lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam mendongkrak pariwisata hingga membuka banyak lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rahmah Abdullah mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan perhatian khusus kepada para perajin di Kabupaten Aceh Besar.

“Hal itu kami lakukan, agar pengrajin semakin kreatif dan memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pihak Dekranasda juga sangat rutin mempromosikan atau memasarkan karya mereka di setiap pameran di berbagai daerah,” papar Rahmah yang juga Istri Ir Mawardi Ali Bupati Aceh Besar.(MarDG/Rel)