Saatnya Seniman Aceh Berijazah

  • Bagikan
Dr. Teuku Afifuddin, MSn Ketua Dewan Kesenian Aceh

*Program Jalur Mandiri Khusus ISBI Aceh

posaceh.com, Kota Jantho – Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA), Dr. Teuku Afifuddin, M.Sn, menyambut baik program penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri khusus yang diluncurkan oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Program ini memberikan kesempatan emas bagi seniman dan pelaku seni di Aceh untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa dipungut biaya pendaftaran.

Dalam program ini, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat dicicil dua kali, yakni 50% pada awal semester dan 50% sisanya sebelum pelaksanaan ujian akhir semester. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban finansial para seniman yang ingin melanjutkan studi.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi seniman dan pelaku seni di Aceh untuk mendapatkan legasi dari institusi pendidikan seni sehingga dapat menjadi bagian dari setiap program pemerintah dan swasta nantinya baik di Aceh maupun nasional,” ujar Dr. Teuku Afifuddin, di Kota Jantho Aceh Besar, Rabu (3/7/2024).

Selama ini, untuk menjadi tenaga ahli bidang seni dalam kegiatan pemerintahan, seseorang diwajibkan memiliki ijazah Sarjana Seni atau setingkatnya. Dengan adanya program ini, para seniman di Aceh kini memiliki kesempatan untuk memenuhi persyaratan tersebut tanpa terbentur masalah ijazah.

Program jalur mandiri khusus ini juga sejalan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dewan Kesenian Aceh, bersama dengan Dewan Kesenian Aceh di kabupaten/kota, mendukung penuh program ini dan siap memberikan rekomendasi kepada seniman dan pelaku seni di Aceh sebagai syarat untuk ikut serta dalam program tersebut. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link berikut: bit.ly/mandirikhusus_isbiaceh2024.

Dr. Teuku Afifuddin juga mendorong para seniman untuk tidak ragu mengambil kesempatan ini agar kelak pemikiran dan kerja para seniman di Aceh dapat dibayar layak sesuai aturan yang berlaku. “Jangan takut soal umur, dulu saya memutuskan untuk melanjutkan studi sarjana seni di umur 30 tahun dan saat itu sudah berkeluarga, alhamdulillah sekarang saya sudah menyelesaikan semua tingkat pendidikan seni. Kuncinya yakin dan percaya bahwa Allah adalah zat yang memudahkan setiap niat baik manusia,” tutupnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan akan semakin banyak seniman Aceh yang berijazah dan mampu berkontribusi lebih besar dalam dunia seni dan budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional.(Wahyu Desmi/*)

  • Bagikan