posaceh.com, Moskow – Pemerintah Rusia mulai buka suara atas serangan udara ke Rumah Sakit (RS) Al Aqsa di Jalur Gaza, Palestina, dan membakar warga hidup-hidup disana pada awal pekan ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengaku terkejut dengan tindakan Israel dan menyampaikan simpati dan duka mendalam untuk warga Jalur Gaza.
“Ini sebagai penembakan yang mengerikan,” kata Zakharova saat konferensi pers pada Rabu (16/10/2024), seperti dikutip Anadolu Agency.
Dia menyampaikan belasungkawa ke keluarga korban dan berharap warga yang terluka bisa segera pulih.
“Tak hanya dalam situasi ini, tetapi juga atas kegilaan total tahun lalu yang dibawa Amerika Serikat ke kehidupan warga yang sudah sulit di wilayah itu,” imbuh Zakharova.
Dia lantas menekankan kekerasan terhadap warga sipil dan serangan membabi buta terhadap objek sipil tak bisa dibenarkan.
Tindakan militer Israel, lanjut jubir itu, melampaui hukum kemanusiaan internasional dan moralitas manusia secara umum.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan penduduk Jalur Gaza adalah dengan menghentikan pertempuran,” imbuh dia.
Di kesempatan itu, Zakharova juga mengatakan Rusia dan sebagian besar negara sudah berusaha mencari solusi politik untuk perdamaian di Gaza.
Dia menekankan konflik harus diselesaikan dengan mempertimbangkan akar masalah berdasarkan hukum internasional.
Zakharova lantas menyalahkan sekutu dekat dan pembela utama Israel, Amerika Serikat, yang tak mau mengadopsi resolusi di Dewan Keamanan PBB soal gencatan senjata berkelanjutan.
“Seperti yang Anda lihat, upaya Amerika untuk mempromosikan negosiasi tak langsung antara Israel dan Hamas belum berhasil,” imbuh dia.
Menurut penilaian juru bicara itu, situasi di Gaza terus memburuk dan berdampak ke negara lain seperti Lebanon.
Zakharova mendesak AS mendukung keputusan Dewan Keamanan PBB yang soal penghentian agresi di Palestina.
AS dan sekutunya, lanjut dia, harus berhenti mencampuri pekerjaan PBB.
“AS akhirnya harus ingat bahwa mereka, seperti anggota tetap Dewan Keamanan PBB lain, memiliki tanggung jawab khusus untuk menjaga perdamaian dan keamanan global,” ucap Zakharova.
Pada Senin (14/10/2024) Israel menggempur habis-habisan area sekitar Rumah Sakit Al Aqsa yang banyak tenda pengungsi.
Serangan Israel menyebabkan tenda di sekitar RS dan warga di dalamnya yang sedang tidur hangus dilahap api. Dengan kata lain, mereka membakar warga hidup-hidup.
Kekejaman Israel di Palestina terjadi sejak mereka meluncurkan agresi di Gaza pada Oktober 2023. Selama operasi, pasukan Zionis menggempur secara membabi buta warga dan objek sipil.
Imbas serangan brutal Israel, lebih dari 42.000 orang di Palestina meninggal dan nyaris 100.000 orang terluka.(Muh/*)
