Internasional

Rudal Houthi Hantam Bandara Gen Gurion, Israel Ancam Balas, Trump Salahkan Iran

556
Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi ledakan rudal Houthi dekat bandara Gen Burion, Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). FOTO/TIMES OF ISRAEL

posaceh.com, Tel Aviv – Houthi berhasil menembus iron dome Israel untuk melepaskan rudal ke dekat Bandara Gen Gurion pada Minggu (4/5/2025) yang menyebabkan kerusakan di sekitarnya,

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji akan membalas ke Iran atas serangan rudal Houthi yang mendarat dekat bandara utama Israel tersebut. Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh merespons Netanyahu dengan mengatakan bakal membalas bila Israel atau Amerika Serikat (AS) menyerang.

“Jika perang ini dimulai oleh AS atau rezim Zionis (Israel), Iran akan menargetkan kepentingan, pangkalan, dan pasukan mereka, di mana pun mereka berada dan kapan pun dianggap perlu,” kata Nasirzadeh kepada TV pemerintah Iran, disitat dari Reuters.

Houthi Yaman yang didukung Iran meluncurkan rudal pada Minggu yang mendarat di dekat Bandara Ben Gurion. Ini merupakan serangan baru Houthi yang mengatakan sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.

“Serangan oleh Houthi berasal dari Iran. Israel akan menanggapi serangan Houthi terhadap bandara utama kami, pada waktu dan tempat yang kami pilih, terhadap para pemimpin teror Iran mereka,” kata Netanyahu di platform media sosial X.

Sejalan dengan sikap resmi Iran, Nasirzadeh mengatakan Houthi bertindak atas motivasi mereka sendiri. Houthi telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel untuk mendukung pejuang Hamas. Sementara AS telah menyerang benteng Houthi di Yaman sejak 15 Maret 2025.

Rudal dari Yaman menyebabkan terbentuknya kawah raksasa dekat Bandara Tel Aviv Israel, Minggu (4/5/2025). FOTO/REUTERS

Presiden AS Donald Trump meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan yang dilakukan Houthi. Iran ‘tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tetangga’, tetapi jika terjadi serangan, pangkalan AS yang terletak di wilayah tersebut akan dianggap sebagai target oleh Teheran, kata Nasirzadeh.

Pernyataan menteri tersebut menyusul Iran yang pada Minggu mengungkap rudal balistik berbahan bakar padat baru yang disebut ‘Qassem Bassir’ Rudal ini memiliki jangkauan 1.200 kilometer.

Militer Israel (IDF) mengakui rudal dari Yaman menghantam wilayah mereka di pinggiran Kota Tel Aviv. IDF bahkan menyebut hantaman rudal yang diduga sengaja diluncurkan milisi Houthi tersebut menciptakan lubang kawah raksasa di perimeter Bandara Ben Gurion meski “sejumlah upaya untuk mencegat rudal tersebut.”

Serangan rudal tersebut memaksa sejumlah penerbangan internasional di Bandara Ben Gurion ditunda untuk sementara waktu, dikutip dari AFP. Sebuah video dari kepolisian Israel memperlihatkan sejumlah polisi berdiri di pinggir lubang kawah yang sangat dalam akibat ledakan rudal tersebut.

Tampak di belakang merupakan menara kontrol udara bandara. Meski demikian, tak ada kerusakan fasilitas bandara lainnya akibat serangan rudal tersebut. “Anda bisa lihat di belakang kami. Kawah tercipta di sini dengan lebar belasan meter dan dalam belasan meter,” kata kepala kepolisian Tel Aviv Yair Hezroni kepada AFP.

“Ini pertama kalinya” rudal secara langsung mengenai wilayah bandara. Sebanyak 8 warga Israel dilaporkan terluka dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.(Muh/*)

Exit mobile version