posaceh.com, Banda Aceh — RSUD Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memperkuat kompetensi layanan gastroenterologi dan endoskopi melalui ENDO-ID Endoscopy Workshop 2026 yang menghadirkan pakar dari Indonesia dan Malaysia, di lingkungan RSUDZA Banda Aceh, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang digelar Instalasi Endoskopi, Hepatologi dan Bronkoskopi RSUDZA bersama PGI-PPHI-PEGI Cabang Aceh tersebut, diikuti 20 dokter spesialis penyakit dalam dengan rinciannya, 16 peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan empat lainnya dari Sumatera Utara.
Workshop tersebut menghadirkan Dr. Chiam Keng Hoong dari Pantai Hospital Penang, Malaysia, serta Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE dari RS Cipto Mangunkusumo. Dari RSUDZA, hadir Dr. dr. Fauzi Yusuf, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, FINASIM dan Dr. dr. Azzaki Abubakar, Sp.PD-KGEH, FINASIM.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Direktur Penunjang RSUDZA, dr. Muhammad Fuad, Sp.PD-KHOM, mewakili Direktur RSUDZA. Ia mengapresiasi kolaborasi antara RSUDZA, organisasi profesi dan pakar dari luar negeri dalam meningkatkan kapasitas dokter.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan peningkatan kompetensi dokter-dokter kita, masyarakat Aceh tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar daerah atau luar negeri untuk mendapatkan layanan endoskopi terbaik. Semua bisa kita lakukan di RSUDZA,” tegasnya.
Selain itu, Kepala Instalasi Endoskopi dan Hepatologi RSUDZA, Dr. dr. Azzaki Abubakar mengatakan, perkembangan teknologi endoskopi menuntut dokter menguasai seluruh tahapan pelayanan, mulai dari persiapan pasien hingga pemantauan setelah tindakan.
“Endoskopi bukan hanya alat, tapi seni dan sains. Workshop ini kita rancang untuk membahas tuntas mulai dari Upper GI, Lower GI, hingga ERCP dan teknologi terkini NBI Classification agar teman-teman sejawat memiliki bekal yang paripurna,” ujar Azzaki.
Materi workshop mencakup Upper GI Endoscopy, Lower GI Endoscopy, Image Enhanced Endoscopy (IEE) dan Narrow Band Imaging (NBI) Classification, serta Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP).
Pembahasan NBI diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam mengenali pola mukosa dan pembuluh darah pada lesi saluran cerna sehingga membantu proses karakterisasi dan deteksi dini lesi prakanker maupun kanker.
Sementara materi ERCP difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta terhadap prosedur endoskopi terapeutik yang berkaitan dengan saluran empedu dan pankreas, termasuk persiapan, pelaksanaan, hingga pemantauan pascatindakan.
ENDO-ID Endoscopy Workshop 2026 juga telah tervalidasi SKP Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan.
Pelaksanaan workshop tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan gastroenterohepatologi dan program KJSU bidang Gastroenterohepatologi Kementerian Kesehatan di RSUDZA.
RSUDZA menargetkan kegiatan ilmiah dan pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi tenaga medis, memperluas jejaring dengan pusat gastroenterologi nasional dan internasional, serta meningkatkan mutu layanan endoskopi bagi masyarakat Aceh.(Why/*)
