posaceh.com, Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa melakukan sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting dan wasting bagi tenaga kesehatan di RSUD Meuraxa yang berlangsung di Aula RSUD Meuraxa, Kamis (28/7/2022).
Sosialisasi tersebut diisi oleh tiga pemateri yang kompeten terdiri dari dr. Yusrizal, Sp.A, dr Mutia winanda Sp.Gk dan Yusnidar Idris, S.Psi.M.Psi.
Ketua penanganan stunting RSUD Meuraxa yang juga dokter spesialis anak, dr. Yusrizal, Sp.A, mengatakan pentingnya sosialisasi stunting kepada tenaga kesehatan merupakan langkah percepatan penurunan angka stunting.
“Hal ini penting untuk terus kita sosialisasikan, mengingat anak-anak mempunyai hak untuk tumbuh dengan sehat, karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang senantiasa harus diberikan hak hidup sehat untuk menjadi generasi emas selanjutnya,” katanya.
dr. Yusrizal juga mengatakan, selain memberikan pemahaman bagi tenaga kesehatan, sosialisasi ini juga mempunyai tujuan utama yaitu, agar bayi-bayi yang terindikasi stunting terdeteksi oleh tenaga kesehatan guna ditindak lanjuti ketahap pengobatan.
“Tujuan utamanya, bagaimana anak-anak balita segera ter screening sejak dini oleh tenaga kesehatan untuk ditindak lanjuti, agar bayi-bayi tersebut mendapatkan penanganan lanjutan dan terbebas dari stunting,” ujar dr. Yusrizal.
Menurutnya, di RSUD Meuraxa sendiri telah terbentuk tim penanganan stunting yang tugasnya juga memantau anak-anak yang memiliki masalah dengan berat badan dan tinggi badan dan lain sebagainya yang menyangkut dengan stunting.
“Jadi, tim ini juga melakukan pemantauan pasien yang berobat ke RSUD Meuraxa, jika memang didapati indikasi stunting, maka dengan segera tim ini akan mengambil tata laksana untuk penanganan, tim ini juga melibatkan speasialis gizi, psikolog untuk penanganan stunting,” terangnya.
Ia menjelaskan, malnutrisi dan infeksi kronik merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Ada banyak sekali hal-hal yang dapat memicu terjadinya gizi buruk ini.
“Ketika anak-anak mengalami masalah dengan gizi yang berkepanjangan hal ini menyebabkan anak-anak gagal tumbuh sehingga anak menjadi lebih pendek, selain itu ada gangguan penyakit infeksi yang berlangsung lama sehingga menyebabkan asupan gizinya tidak maksimal dan menjadi stunting,” jelasnya.
dr. Yusrizal juga mengatakan, pencegahan stunting sudah dimulai dari sejak awal kehamilan. Untuk mencapai ini, ibu harus berada dalam keadaan sehat dan bergizi baik. Jika ibu tidak memiliki pengetahuan akan asupan nutrisi yang baik untuknya dan janin, hal ini akan sulit didapatkan. Ibu hamil, harus memeriksakan kehamilan secara teratur agar mengetahui kesehatan janin,
“Begitu pula setelah lahir, bayi 0-6 bulan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif, dilanjutkan setelah 6 bulan pemberian MPASI yang tepat dan adekuat untuk mencegah stunting. 1000 hari pertama kehidupan (0-2 tahun) adalah waktu yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangannya, disinilah waktu perkembangan otak anak-anak sampai 80 persen otak dewasa, jadi disinilah waktu krusial sel-sel otak-otak tumbuh, jika mengalami mal gizi maka sel-sel otak tidak tumbuh dengan baik dan menyebabkan keterlambatan bagi anak,” ungkapnya.
dr. Yusrizal menambahkan, jika kondisi tersebut berlangsung lama akan menyebabkan kemampuan berfikir anak-anak juga lambat. Menurutnya, RSUD Meuraxa akan mengobati penyakit yang menjadi penyebab stunting.
“Biasanya kita ambil tata laksana penanganan dimana yang menyebabkan stunting, misalnya jika ada anak stunting disebabkan oleh infeksi kronik seperti TBC, selain kita obati gizinya juga kita obati infeksi TBCnya,” tutur dr. Yusrizal
Sulitnya air bersih dan sanitasi yang buruk dapat menyebabkan stunting pada anak. Penggunaan air sumur yang tidak bersih untuk masak atau minum disertai kurangnya ketersediaan kakus merupakan penyebab terbanyak terjadinya infeksi. Kedua hal ini bisa meninggikan risiko anak berulang-ulang menderita diare dan infeksi cacing usus (cacingan).
“Sanitasi yang buruk juga dapat menyebabkan stunting, karena sanitasi yang buruk menyebabkan infeksi,” terangnya.
Ia berharap, para orang tua bisa memahami stunting, agar dapat melakukan pencegahan terjadi stunting pada anak sejak dini.
“Orang tua harus paham apa itu stunting, karena itu menyangkut dengan masa depan anak-anak, ini juga menjadi tanggung jawab bersama termasuk lintas sektor untuk melakukan pencegahan stunting guna melahirkan generasi yang maju,” pungkasnya. (Muiz)
