Daerah

RSUD Meuraxa Akan Wujudkan Layanan Jantung Terpadu

2689
×

RSUD Meuraxa Akan Wujudkan Layanan Jantung Terpadu

Sebarkan artikel ini
Dokter spesialis Jantung RSUD Meuraxa, dr. Haris Munirwan, SpJP, Subsp. KI(K)-FIHA saat mendampingi Tim Kedeputian Wilayah I BPJS Kesehatan melakukan visitasi pelayanan Kateterisasi Jantung (Cathlab) RSUD Meuraxa beberapa waktu lalu. FOTO/DOK HUMAS RSUD MEURAXA

*Jantung Koroner Masih Nomor Ssatu

posaceh.com, Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh fokus meningkatkan layanan kesehatan yang tidak banyak dimiliki atau belum maksimal pelaksanaannya oleh rumah sakit lainnya terutama pada pelayanan penyakit jantung yang sampai saat ini menjadi penyakit tertinggi di Aceh dan di Banda Aceh.

Dokter spesialis Jantung RSUD Meuraxa, dr. Haris Munirwan, SpJP, Subsp. KI(K)-FIHA, mengatakan, RSUD Meuraxa telah memiliki staf sebanyak 5 orang, sebagian besar juga menjadi konsultan penyakit jantung di bidang masing-masing. Mengenai rencana pengembangan layanan, menurutnya, RSUD Meuraxa sudah sangat siap untuk menjadi rumah sakit jantung terpadu, karena secara sumberdaya sudah mencukupi.

“Secara SDM kita sudah punya empat konsultan yang mumpuni dibidangnya, dari SDM ini kita berencana meningkatkan layanan, nah, untuk intervensi sendiri secara perlahan kita terus berinovasi, program ini sesuai dengan program peningkatan dari rumah sakit dan juga in line dengan program kementrian kesehatan, jadi, kita siap menjadi RSUD yang memiliki layanan jantung secara terpadu,” katanya di Banda Aceh, Senin, (4/3/2024).

Selain itu, perawat yang ada dirumah sakit Meuraxa juga sudah terlatih, menurutnya, pengembangan layanan penyakit jantung yang saat ini terus dikembangkan adalah layanan penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi apabila arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung) tersumbat oleh zat lemak yang disebut plak atau ateroma.

Plak ini menumpuk secara bertahap di dinding bagian dalam arteri, yang akhirnya membuat arteri menjadi sempit. Proses penyempitan ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis bahkan sudah dapat terjadi pada usia muda, dan menjadi bertambah hebat pada saat seseorang mencapai usia pertengahan.

“Jika arteri sudah benar-benar sempit, suplai darah ke otot jantung mulai berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti angina (nyeri dada). Jika arteri telah benar-benar sempit dan memblokir suplai darah ke jantung, maka terjadilah serangan jantung, penyakit jantung koroner ini masih menjadi penyakit tertinggi, bukan hanya di Aceh tapi juga di dunia,” terangnya.
Program peningkatan layanan penyakit jantung tersebut sejalan dengan program menteri kesehatan, secara fasilitas RSUD Meuraxa telah memiliki ICCU ruang rawat khusus jantung, alat echo untuk diagnosis penyakit jantung juga telah tersedia, trademill sebagai alat cek penyumbatan jantung juga sudah ada bahkan cathlab juga tersedia di RSUD Meuraxa.

“Namun kita belum memiliki gedung khusus untuk perawatan jantung, nah, ini yang kemudian menjadi tantangan bagi RSUD Meuraxa untuk mengembangkan layanan jantung terpadu, layanan jantung terpadu itu semua ada pada dalam satu gedung tersebut, tentu saja saat ini pihak manajemen RSUD Meuraxa sedang memikirkan bagaimana ketersediaan gedung tersebut,” ujar dr. Haris Munirwan.

Ruangan layanan cathlab RSUD Meuraxa. FOTO/DOK HUMAS RSUD MEURAXA

Tunggu Persetujuan Asuransi BPJS
Untuk layanan cathlab sendiri dr. Haris menuturkan, jika layanan tersebut telah dilaunching pada akhir tahun lalu, namun sampai saat ini pihak BPJS belum menyetujui pembiayaan layanan cathlab bagi pasien jantung.

“Kita sudah pernah melakukan layanan cathlab ini untuk dua orang saat awal launching lalu. Alhamdulillah berjalan dengan baik, saat ini sudah ada 60 pasien lebih mengantri untuk layanan cathlab, kita sudah ajukan segala persyaratannya untuk BPJS, beberapa waktu lalu pihak BPJS sudah visitasi ke RSUD Meuraxa untul layanan cathlab, mudah-mudahan dalam waktu dekat BPJS menyetujui pembiayaannya, sehingga pasien yang sudah antri dapat segera kita lakukan cathlab,” pungkas dr. Haris. (AMZ) Penyebab Penyakit Jantung Koroner Ada banyak penyebab penyakit ini. Meski begitu, penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang bisa memicunya, seperti Tekanan darah tinggi, Kolesterol dan trigliserida tinggi, Diabetes, Kegemukan dan Kebiasaan merokok serta Peradangan pada pembuluh darah.

Mereka semua merupakan faktor utama yang melukai dinding arteri, sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner. Saat arteri rusak, plak akan lebih mudah menempel pada arteri sehingga lambat laun menebal. Penyempitan pembuluh kemudian akan menghambat aliran darah kaya oksigen ke jantung.
Jika plak ini pecah, trombosit akan menempel pada luka di arteri dan membentuk gumpalan darah yang memblokir arteri. Ini dapat menyebabkan angina semakin parah. Ketika bekuan darah cukup besar, maka arteri akan tertekan yang menyebabkan infark miokard atau kematian otot jantung.
Faktor Risiko.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi penyakit jantung koroner, meliputi:
1. Usia lanjut
Pertambahan usia menyebabkan arteri menyempit dan rapuh.
2. Berjenis kelamin pria
Pria secara keseluruhan lebih cenderung mengalami penyakit ini.
Sebab, pria dianggap kurang adaptif mengatasi peristiwa stres secara fisiologis, perilaku, dan emosional yang berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung koroner.
3. Riwayat keluarga
Apabila ada anggota keluarga yang mengidap gangguan jantung, maka risiko penyakit jantung koroner lebih meningkat.
4. Kebiasaan merokok
Nikotin dapat menyebabkan penyempitan arteri sementara karbon monoksida menyebabkan kerusakan pembuluh.
5. Memiliki hipertensi
Memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan/atau kadar lemak darah yang tinggi dapat memicu penyakit jantung koroner.
6. Trauma mental
Memiliki trauma mental atau stres psikologis berat jangka waktu panjang juga bisa menempatkan seseorang pada risiko penyakit jantung koroner.(**)