Olahraga

Ronaldo Minta Dihukum Federasi usai Tinggalkan Timnas Portugal

24
×

Ronaldo Minta Dihukum Federasi usai Tinggalkan Timnas Portugal

Sebarkan artikel ini
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo mendorong Federasi Sepak Bola Portugal untuk menjatuhkan sanksi kepadanya. FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Cristiano Ronaldo  memastikan bahwa dirinya siap menerima sanksi terkait keputusannya meninggalkan timnas Portugal.

Pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan kamp Portugal sehari sebelum pertandingan melawan Denmark dalam laga lanjutan UEFA Nations League, 1 Oktober lalu.

Kini, setelah akhirnya membuka suara, Ronaldo menyatakan siap menerima sanksi apapun yang diberikan oleh Federasi Sepak Bola Portugal (PFF).

Ronaldo juga meminta maaf kepada rekan-rekan dan masyarakat Portugal atas tindakannya ini.

“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan saya di timnas karena telah meninggalkan pemusatan latihan. Sebab meskipun kepercayaan saya terhadap pelatih telah dirusak sepenuhnya-sebagaimana dapat disaksikan oleh siapa saja yang menghadiri percakapan tersebut-saya seharusnya tidak melakukan hal itu. Tanggung jawab ada pada diri saya sendiri,” ujar Ronaldo dalam unggahan di media sosial miliknya, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat Portugal sekali lagi, tetapi pengingkaran janji tersebut berdampak sangat mendalam bagi saya. Saya merasa bahwa keberadaan saya di tim, sejak saat itu, hanya akan merugikan tim. Jadi saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya merasa tidak berguna: saya mengemas barang-barang saya dan pergi,” katanya lagi

Ronaldo meyakini Federasi Sepak Bola Portugal harus menghukum dirinya sendiri karena tindakannya itu. Menurut Ronaldo, sanksi itu harus dijatuhkan karena dirinya adalah kapten timnas Portugal.

“Federasi Sepak Bola Portugal harus menilai konsekuensi dari tindakan saya dan menghukum saya atas hal tersebut. Saya percaya sanksi tersebut tidak boleh dikurangi. Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memperberat,” ucapnya.

“Saya sudah meminta maaf, tetapi saya tahu bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Siapapun di dunia sepak bola, seperti saya, tahu bahwa peraturannya sama untuk semua orang, tanpa memandang keseimbangan individu.”(Muh/*)