posaceh.com, New Delhi – Ribuan warga India jadi korban komplotan penipu yang menjual vaksin Covid-19 palsu. Apar berwenang mengatakan, sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang terlibat kini sudah ditangkap.
Sedikitnya ada 12 tempat yang menggelar vaksinasi palsu di dekat Kota Mumbai, Negara Bagian Maharashtra, kata Vishal Thakur, Polosi senior di Departemen Kepolisian Mumbai.
“Mereka memakai air garam dan menyuntik orang,” kata Thakur. “Di setiap tempat tenda vaksinasi yang mereka gelar mereka melakukan itu.”
Diperkirakan ada 2.500 orang yang disuntik dengan vaksin air garam itu. Pihak penyelenggara mematok harga vaksin untuk tiap korban dan meraup total uang sebesar USD 28.000 atau Rp 405 juta.
“Kami sudah menangkap dokternya,” ujar Thakur. “Mereka memakai sebuah rumah sakit untuk membuat sertifikat palsu, tabung vaksin, dan suntikan.”
Sejauh ini sudah 14 orang yang ditangkap atas dugaan penipuan, percobaan pembunuhan, persekutuan jahat, dan dakwaan lainnya. Polisi masih akan menangkap sejumlah orang lagi yang terlibat dalam penipuan ini, kata Thakur.
Vaksinasi palsu ini berlangsung antara Mei hingga Juni, kata portal berita CNN-News18. Aparat mulai menyelidiki kasus penipuan vaksin ini melalui laporan sertifikat palsu.Salah satu tempat vaksin palsu berlokasi di sebuah kompleks perumahan.
“Tak satu pun dari kami bergejala dan kami harus membayar tunai,” kata seorang warga. “Pada saat itulah kami ragu.”
Di saat polisi mulai menyelidiki kasus ini, ada juga warga yang turun tangan sendiri. Siddharth Chandrasekhar, seorang pengacara di Mumbai mengajukan tuntutan hukum pada 24 Juni. Sementara itu jaksa sudah memastikan ada 2.000 korban penipuan ini. Isi tuntutan itu cukup mengejutkan, kata Pengadilan Tinggi Bombay. Mereka mendesak negara dan aparat daerah segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi orang yang jadi korban di masa datang.
India mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19 antara April hingga awal Juni. Jutaan orang tertular Covid-19 dan puluhan ribu meninggal. Setelah mencapai angka puncak pada Mei, jumlah kasus harian kini mulai menurun dan membuat sistem kesehatan mulai lega. Pemerintah kini tengah menggencarkan program vaksinasi untuk pemulihan.
.sumber: merdeka.con











