Daerah

Ribuan Masyarakat Antusias Ramaikan Pawai Takbiran di Aceh Besar

28
×

Ribuan Masyarakat Antusias Ramaikan Pawai Takbiran di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Mobil hias peserta pawai takbir Akbar Pemkab Aceh Besar di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (26/5/2026) malam. FOTO/ RINALDI

posaceh.com, Kota Jantho — Ribuan masyarakat memadati kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa malam (26/5/2026), untuk mengikuti dan menyaksikan pawai takbiran yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jamik Lambaro atau kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Aceh Besar tersebut berlangsung meriah sejak ba’da Isya. Pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, ditandai dengan pengibaran bendera start di hadapan ribuan peserta dan warga yang telah memadati lokasi sejak malam hari.

Rute pawai dimulai dari jalan rel kereta api lama menuju Bundaran Lambaro. Selanjutnya, peserta bergerak ke Jalan Soekarno–Hatta, melintasi kawasan Meuligoe Wali Nanggroe hingga Simpang Lamblang Trieng.

Peserta pawai kemudian berputar arah di sekitar Simpang Batoh sebelum kembali dan finis di Masjid Jamik Lambaro.

Di balik kemeriahan tersebut, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai gampong datang bersama keluarga, bahkan sejak selepas magrib, untuk menyaksikan iring-iringan pawai yang diwarnai lantunan takbir, kendaraan hias, serta berbagai kreativitas peserta.

Salah seorang warga Lambaro, Rahmad (34), mengaku senang dengan terselenggaranya pawai takbiran tahun ini. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menghidupkan kembali suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, ramai sekali tahun ini. Anak-anak juga senang, suasana jadi terasa benar-benar Idul Adha. Ini yang kita rindukan, apalagi rutenya sampai ke Jalan Soekarno–Hatta, jadi bisa bawa keluarga sambil berjalan kaki,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nuraini (42), warga Lampreh, yang datang bersama keluarganya. Ia menyebut pawai takbiran menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.

Masyarakat Aceh Besar memadati pingir jalan dan ikut memeriahkan pawai Akbar Pemkab Aceh Besar di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (26/5/2026) malam. FOTO/ RINALDI

“Kami datang ramai-ramai, sekalian bawa anak-anak. Mereka bisa melihat langsung kemeriahan takbiran, tidak hanya dari televisi, dan tidak harus ke Masjid Raya Baiturrahman,” katanya.

Namun di sisi lain, sejumlah warga juga menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama terkait kemacetan panjang di sepanjang jalur pawai.

Fahmi (29), warga Banda Aceh yang melintas di kawasan tersebut, mengaku terjebak macet selama lebih dari satu jam. Ia berharap ke depan pengaturan lalu lintas dapat lebih maksimal.

“Macetnya cukup parah, terutama di Simpang Batoh. Harusnya ada rekayasa lalu lintas yang lebih jelas supaya tidak terlalu mengganggu pengguna jalan lain,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa warga juga menyoroti aspek keamanan dan ketertiban peserta. Mereka menilai masih ada pengendara yang kurang tertib selama pawai berlangsung.

“Bagus acaranya, tapi tadi ada juga yang ugal-ugalan pakai motor. Ini perlu ditertibkan supaya tidak membahayakan,” kata Yusriadi (37), warga setempat.

Meski diwarnai sejumlah catatan, mayoritas masyarakat tetap mengapresiasi penyelenggaraan pawai takbiran tersebut. Bagi mereka, tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol syiar Islam serta kebersamaan yang perlu terus dijaga di tengah kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Pawai takbiran berlangsung hingga larut malam dengan pengawalan aparat keamanan, sebelum akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Masjid Jamik Lambaro dalam suasana yang tetap meriah dan kondusif.(Rnld)