posaceh.com, Banda Aceh – Guna mencegah peredaran narkoba di Kota Banda Aceh, ratusan muda mudi Kota Banda Aceh mengikuti sosialisasi bahaya narkoba untuk pemuda dan warga gampong di Kota Banda Aceh tahun 2024, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh di Hotel Mita Mulia, Darussalam, Banda Aceh Kamis (18/7/2024).
Sosialisasi yang diisi oleh Kepala BNN Kota Banda Aceh, Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh da Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh itu diikuti oleh 200 muda mudi Kota Banda Aceh.
Kepala Badan Kesbangpol Banda Aceh, Heru Triwijanarko, SSTP, MSi, mengatakan, saat ini, banyak sekali zat-zat adiktif yang negatif dan sangat berbahaya bagi tubuh. Dikenal dengan sebutan narkotika dan obat-obatan terlarang. Pada era modern yang serba canggih, narkoba telah menjadi problem bagi umat manusia diberbagai belahan bumi. Narkoba yang bisa mengobrak-abrik nalar yang cerah, merusak jiwa dan raga, tak pelak bisa mengancam hari depan umat manusia.
“Penggunaan narkoba bukan hanya terjadi pada orang dewasa tapi remaja dan anak-anak. Mereka awalnya hanya penasaran dengan rasanya, terus ikut-ikutan mencoba dan saat sudah merasakan nikmatnya mengkonsumsinya akhirnya jadi ketergantungan menggunakan narkoba,” katanya saat membuka sosialisasi.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ramza Harli SE mengharapkan seluruh warga, khususnya pemuda kota untuk tetap hidup sehat dengan menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat membahayakan kesehatan diri.

Menurut dia, rata-rata yang pertama kali menyalahgunakan narkoba berusia remaja, karena masih dalam pencarian jati diri, sehingga pada masa ini akan cepat mengadopsi kelakuan dari teman dan kelompoknya.
Ramza menyatakan kalangan remaja terlibat narkoba, akibat ada rasa ingin tahu dan coba-coba yang selanjutnya menjadi alasan ingin bersenang-senang. Menurutnya, faktor lingkungan dan pergaulan dengan orang yang sudah kecanduan narkoba dapat menjerumuskan pemuda dan remaja, apalagi ada pengedar narkoba di sekitar tempat tinggal.
Penyebab lainnya, katanya, akibat kurangnya iman dan taqwa kepada Allah SWT dan kurangnya kesadaran untuk meraih masa depan yang gemilang, serta belum optimalnya pelaksanaan fungsi keluarga juga bisa mendorong terjadinya penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja.
“Media sosial juga bisa saja remaja mendapat informasi yang salah tentang narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Partai Gerindra Kota Banda Aceh menjelaskan agar pemuda dan remaja terhindar dari pengaruh narkoba, maka harus mendorong mengarahkan mereka agar berkonsentrasi dengan pelajaran di sekolah atau kampus.
Selanjutnya Ramza, membuka usaha sesuai dengan bakat dan keahliannya dengan menjadi wiraswasta. Dia juga menghimbau peserta agar mau melaporkan anggota keluarganya untuk direhabilitasi, jika sebagai pecandu narkoba.
“Dalam Qanun P4GN yang telah kami buat, dimanahkan kepada pemerintah kota untuk membantu memfasilitasi penyalahgunaan narkoba ini, salah satunya membuat Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Bila masyarakat mau melapor atas inisiatif sendiri maka tidak dikenakan hukuman pidana,” ujarnya.(Adv)











