Olahraga

Rakerda Perpani Aceh Hasilkan Program Strategis, Diantaranya Gelar Kejuaraan Internasional

1830

Peserta  rapat kerja (Rakerda) Perpani Aceh foto bersama di ruang teleconference lantai II FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (19/11/2020). Foto : Humas Pengprov Perpani Aceh. 

 

Laporan : Sudirman Mansyur posaceh.com  Banda Aceh – Pagelaran Kejuaraan International menjadi suatu program strategis Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh pada 2021.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd kepada posaceh.com di Banda Aceh, Jumat, (20/11/2020) menyebutkan, archery open tournamen international atau kejuaraan terbuka international akan digelar pada 2021. Event tersebut telah ditetapkan dalam rapat kerja daerah (Rakerda) Perpani Aceh.

Sebutnya, kejuaraan international itu merupakan satu dari sejumlah program strategis Perpani Aceh untuk 2021 yang berhasil ditetapkan pada Rakerda yang dilaksanakan di ruang teleconference lantai II FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (19/11/2020).

Nyak Amir mengatakan, seluruh atau 23 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) Perpani di Aceh yang hadir dalam Rakerda sependapat dan sepakat, event panahan international digelar di Aceh. Peserta forum Rakerda setuju dan menetapkan sejumlah program strategis lainnya untuk dilaksanakan pada 2021.

“Untuk archery open tournament international, paling tidak kita mengundang pemanah dari negara-negara di Asia Tenggara dan Asia. Kita juga berkoordinasi dengan PB Perpani untuk memfasilitasi mengundang peserta dari luar negeri,” kata Nyak Amir yang juga Sekjen Pengurus Pusat Perpani ini.

Ia menyebutkan, sejumlah program strategis lainnya yaitu berupaya mensosialisasikan panahan ke sekolah dan kampus. “Harapan kita, nantinya animo terhadap panahan bisa merata di lembaga yang ada,” ujar akademisi olahraga Aceh dari Univeritas Syiah Kuala ini.

Peraturan Mutasi Atlet

Katanya, forum Rakerda juga membahas dan menetapkan perlu diterbitkan peraturan mutasi atlet menghadapi Pekan Olaraga Aceh (PORA) XIV/2022 di Pidie.

Selain itu, menjelang dua tahun lagi PORA, Perpani Aceh akan mengeluarkan peraturan mutasi atlet, agar tidak terjadi hal tidak diinginkan.

“Beberapa poin dan pasal soal mutasi atlet sudah disetujui peserta rapat kerja. Suatu pasal disetujui yakni mutasi atlet boleh dilakukan setahun sebelum PORA. Dalam waktu dekat akan kita terbitkan peraturannya,” kata doktor bidang olahraga Universitas Negeri Surabaya tahun 2004 ini.

Sebutnya, ada beberapa pasal soal mutasi atlet mengacu peraturan mutasi dari KONI Pusat. “Ada beberapa pasal yang kita adopsi dan sesuaikan, sehingga ada sedikit kelonggaran proses mutasi atlet panahan di Aceh dalam pembinaan setahun sebelum PORA,” jelasnya.

Katanya, tahun depan juga dilaksanakan akan dilaksanakan kejuaraan daerah sebagai program tetap setiap tahun bidang pembinaan dan prestasi. Dari forum Raker meminta Aceh Jaya sebagai tuan rumah Kejurda dan Pra PORA 2021 di Lhokseumawe.

Optimalisasi Pelatda Atlet PON

Nyak Amir menyebutkan, secara khusus juga dibahas program pembinaan atlet yang dipersiapkan menghadapi PON XX/2021 Papua yang setahun ini menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang dibiayai KONI Aceh.

“Ada satu poin yang kiita bahas tentang optimalisasi persiapan atlet Pelatda menuju PON XX Papua. Ini untuk mengantisipasi tidak terjadinya recorvery atau terhentinya pemusatan latihan  di awal tahun depan, karena Pelatda KONI Aceh tahun ini berakhir Desember. Pada 2021, Pelatda KONI Aceh belum tentu langsung dilanjutkan Januari, bisa saja dimulai Maret,” katanya.

Untuk itulah, katanya, Perpani Aceh akan melanjutkan Pelatda di awal-awal tahun 2021, sehingga pemusatan latihan atlet tidak terhenti. Pemusatan latihan tidak boleh berhenti lama sampai sebulan, karena performa dan kemampuan atlet akan kembali turun, serta susah mengembalikannya,” ujar Nyak Amir yang juga seorang technokrat olahgara Aceh.

Pria yang juga memiliki kemampuan birokrat ini menyebutkan, ada 21 poin penting dalam muatan-muatan materi yang kita bahas, termasuk program Perpani kabupaten/kota.”Semua itu akan kita tuangkan dalam program strategis, yang nantinya menjadi dasar kita menjalankan organisasi,” katanya.

“Program tersebut nanti kita sampaikan ke Pengkab/Pengkot Perpani, sehingga menjadi reverensi terhadap program strategis yang akan kita lakukan pada 2021,” katanya seraya menyebutkan Rakerda diikuti pengurus inti dan bidang, Perpani dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

KONI Aceh Buka Kejurda

Selain melaksanakan Rakerda, Perpani Aceh juga menggelar kejuaraan daerah (Kejurda)  di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, 20 – 22 November 2020.

Para atlet sedang berlomba di Kejurda Panahan Aceh yang mulai digelar di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (20/11/2020). Foto : Sudirman Mansyur.

 

Nyak Amir menyebutkan, Kejurda yang dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf yang diwakili Ketua Umum I Bidang Organisasi, Faisal Saifuddin di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (20/11/2020) pagi, diikuti 170 atlet dari 20 kabupaten/kota.

Kejuaraan ini, sebutnya, meperlombakan Divisi Nasional (standar bow), Divisi FITA Recurve, Divisi FITA Compound dan Divisi Barebow kategori peroranga dan beregu putra-putri. Memperebutkan 39 medali emas, 39 medali perak dan 39 medali perunggu. Total 117 medali diperebutkan.

Ia menyebutkan, seluruh rangkain kegiatan dilaksanakan Perpani Aceh tersebut di masa pandemi Covid-19 ini, menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Andalan Aceh Meraih Emas di PON Papua

Seperti diketahui, panahan Aceh di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Nyak Amir,  pertama kali dalam sejarah meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu di PON XIX/2016 Jawa Barat.

Panahan yang meloloskan delapan atlet ke PON Papua, yang saat ini sedang menjalani Pelatda, menjadi suatu cabang olahraga andalan bagi Aceh untuk meraih medali emas di Bumi Cendrawasih Oktober 2021. (*)

Exit mobile version