News

Rahul Sah Pimpin PNA Lima Tahun ke Depan

19
Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul menerima SK penetapan sebagai Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) periode 2026-2031 dalam Kongres II PNA, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (9/8/2026). FOTO/ DOK PNA

posaceh.com, Banda Aceh – Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) periode 2026-2031 dalam Kongres II PNA, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (9/8/2026).

Rahul menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri dalam proses pemilihan Ketua Umum PNA. Karena itu, penetapan dirinya dilakukan melalui mekanisme kongres berdasarkan aturan dan kesepakatan peserta.

Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk Nurdin Ramli mengatakan, seluruh tahapan kongres berjalan lancar hingga menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan PNA untuk lima tahun mendatang.

“Rahul merupakan satu-satunya calon yang mendaftar sebagai Ketua Umum PNA. Penetapan dilakukan sesuai aturan dan kesepakatan dalam Kongres II PNA,” ujar Nurdin.

Kongres II PNA tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari jajaran pengurus DPP, DPW, dan DPC PNA dari kabupaten/kota se-Aceh. Sejumlah tamu undangan juga hadir dalam agenda tersebut.

Selain menetapkan ketua umum, kongres turut membahas sejumlah agenda strategis sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan organisasi. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah usulan perubahan nama dan lambang partai.

Dalam pembahasan tersebut, muncul sejumlah alternatif nama baru, yakni Partai Nasionalis Aceh, Partai Nusantara Aceh, dan Partai Naungan Aceh. Sementara pada lambang partai, terdapat usulan penambahan garis berwarna putih pada bagian pinggir logo.

Pembahasan mengenai perubahan tersebut tidak terlepas dari evaluasi terhadap posisi dan keberlanjutan PNA dalam menghadapi ketentuan electoral threshold serta dinamika politik setelah pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Nurdin mengungkapkan, berbagai agenda yang dibahas dalam kongres menjadi bagian penting dalam menentukan arah PNA ke depan. Menurutnya, pergantian kepemimpinan harus diikuti dengan penguatan konsolidasi di seluruh tingkatan organisasi.

Ia berharap kepemimpinan Rahul mampu membawa PNA memasuki fase baru dengan organisasi yang semakin solid dan mampu merespons perkembangan politik Aceh.

“Dengan terpilihnya Rahul sebagai Ketua Umum PNA periode 2026-2031, PNA kini memasuki fase baru untuk membangun organisasi yang lebih solid dan menghadapi dinamika politik Aceh ke depan,” pungkasnya.(Why)

Exit mobile version