posaceh.com, Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) memiliki koleksi termahal di dunia, Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci. Lukisan ini dibelinya dalam pasar lelang New York, AS dengan harga fantastis, sebesar Rp 7,1 triliun.
Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci, yang menggambarkan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Dunia, berhasil terjual dalam lelang di New York pada 2017 seharga US$450 juta dan menjadikannya karya seni termahal yang pernah dilelang di dunia.
Pembelinya, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud dan lukisan tersebut dipamerkan di Louvre Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Lukisan tersebut menjadi sensasi media di seluruh dunia setelah ditemukan kembali pada tahun 2005, atau 200 tahun setelah menghilang.
Lukisan tersebut juga menjadi bahan perdebatan di dunia seni, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah lukisan tersebut merupakan karya seni asli Da Vinci atau milik salah satu muridnya atau hanya berkontribusi dalam pembuatannya.
Lukisan telah menjadi salah satu karya seni yang banyak dikoleksi bahkan diburu kolektor. Biasanya, lukisan yang bernilai tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas, sejarah, pembuatan dan teknik.
Tidak hanya itu, lukisan bernilai fantastis juga menyimpan banyak makna, pesan dan emosi sang pelukis atau seniman. Semakin terkenal sang pelukis, maka harga lukisan yang dibuat semakin mahal.
Dari 4 lukisan karya para maestro yang memiliki nilai fantastis, salah satunya milik MBS dan tiga lukisan lainnya juga bernilai fantastis, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (16/1/2025), seperti dikutip CNBC.
Lukisa The Card Players karya Paul Cézanne dengan perkiraan harga US$250 juta atau sekitar Rp 4 triliun. The Card Players merupakan serangkaian lukisan cat minyak karya seniman Paul Cézanne.
Lukisan ini menggambarkan para petani Provençal yang asyik bermain kartu, mencerminkan minat sang maestro dalam menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan kesederhanaan.
Paul Cézanne menciptakan lima lukisan dalam seri tersebut selama tahun 1890-an. Salah satunya terjual dengan harga sekitar US$250 juta kepada keluarga kerajaan Qatar pada tahun 2011, menjadikannya salah satu lukisan termahal yang pernah terjual, menurut Forbes.
Kemudian, lukisan When Will You Marry? karya Paul Gauguin dengan perkiraan harga US$300 juta atau setara Rp 4,9 triliun. Seniman asal Prancis Paul Gauguin menyelesaikan lukisan When Will You Marry? pada 1892 saat tinggal di pulau Pasifik Selatan.
Karya seni ini terjual sekitar US$300 juta dalam penjualan pribadi kepada seorang kolektor Swiss pada tahun 2015, menurut The New York Times. Lalu, lukisan tersebut dikabarkan telah dibeli untuk Museum Qatar milik negara, menurut laporan ArtNet.
Lukisan ini menampilkan dua wanita Tahiti dengan latar belakang lanskap yang indah, yang mewujudkan ketertarikan seniman terhadap budaya dan lanskap Tahiti.
Selanjutnya, ada lukisan Interchange karya Willem de Kooning dengan perkiraan harga US$300 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun. Interchange, sebuah karya abstrak ekspresionis karya pelukis Willem de Kooning, dijual oleh David Geffen kepada Kenneth C. Griffin pada September 2015.
Menurut World Art News, lukisan tersebut terjual sebesar US$300 juta, sehingga menjadikannya karya seni modern paling berharga di dunia. Saat ini, lukisan tersebut berada di Norton Museum of Art di West Palm Beach, Florida, tempat masyarakat dapat mengagumi gaya ekspresionis dinamis De Kooning.
Sementara itu, bagaimana nasib Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dengan estimasi US$870 juta atau setara Rp 14,2 triliun. Jika ada yang bertanya mengapa Mona Lisa karya Da Vinci tidak memiliki harga jual tertinggi, ada alasan kuat mengapa hal itu tidak terjadi.
Pada tahun 2023, media internasional membicarakan tentang lukisan paling agung dan berapa nilainya tahun itu, setelah menghitung taksiran asuransi Mona Lisa sebesar US$100 juta pada tahun 1962.
Mona Lisa, yang merupakan bagian dari koleksi Museum Louvre di Paris sejak tahun 1804 dan merupakan lukisan paling terkenal sekaligus termahal di dunia, diperkirakan bernilai US$860 juta saat ini.
Namun, karena lukisan itu secara hukum adalah milik orang Prancis, akan sangat sulit untuk menjualnya, yang berarti hampir mustahil untuk menentukan nilai sebenarnya dari lukisan itu. Ada yang percaya lukisan itu bernilai jutaan dolar, ada pula yang menganggapnya tak ternilai.(Muh/*)
