Pendidikan

Puskesmas Lhoknga Gencarkan Edukasi dan Skrining, Dukung Eradikasi Frambusia di Sekolah

20
×

Puskesmas Lhoknga Gencarkan Edukasi dan Skrining, Dukung Eradikasi Frambusia di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Puskesmas Lhoknga, Elisa, SKM memberikan edukasi kesehatan dan skrining kesehatan bagi siswa-siswi di SDN 1 Lhoknga, Aceh Besar, dalam rangka mendukung eradikasi frambusia, Rabu (22/04/2026). FOTO/ DAYAT

posaceh.com, Kota Jantho – Puskesmas Lhoknga, Aceh Besar terus meningkatkan komitmennya dalam mendukung program nasional eliminasi frambusia melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang digelar di SDN 1 Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis sektor kesehatan dalam mengantisipasi sekaligus menekan potensi penyebaran penyakit kulit menular, khususnya di lingkungan pendidikan dasar. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan promotif dan preventif yang menyasar anak usia sekolah sebagai kelompok rentan.

Tim tenaga kesehatan yang turun langsung ke lokasi memberikan edukasi secara komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini sebagai kunci utama pencegahan frambusia. Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa guna memastikan kondisi kesehatan mereka.

Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh dr. Rasuna Jamilan bersama tim, dengan pendekatan komunikatif yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan partisipatif, sehingga pesan kesehatan dapat dipahami dengan baik oleh para siswa.

Kepala Puskesmas Lhoknga, Elisa, SKM, hadir langsung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis sekolah. Kehadiran tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

Kepala Sekolah SDN 1 Lhoknga, Sri Wardiah, dalam wawancara dengan media menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi peserta didik mengenai pola hidup bersih dan sehat.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami, yang mana anak-anak kami bisa mendapatkan edukasi langsung tentang kesehatan,” ujarnya.

Tim Puskesmas Lhoknga mengajari siswa-siswi SDN 1 Lhoknga, Aceh Besar, cara mencuci tangan yang benar, Rabu (22/04/2026).
FOTO/ DAYAT

Ia mengungkapkan, SDN 1 Lhoknga merupakan salah satu sekolah model yang direkomendasikan oleh Kemendikdasmen, sehingga kegiatan seperti ini dinilai relevan dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, dr. Rasuna Jamilan menegaskan bahwa meskipun kasus frambusia sudah lama tidak ditemukan di wilayah tersebut, kewaspadaan terhadap penyakit kulit menular itu tetap harus dijaga melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Memang penyakit ini sudah lama tidak ditemukan lagi di sini. Namun, perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) sangat penting untuk mencegah penyakit, termasuk praktik mencuci tangan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Dari sisi promosi kesehatan, Nurmakruffiana, SKM, yang juga narasumber dalam kegiatan itu menambahkan, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi efektif dalam menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Selain edukasi dan skrining, kegiatan ini juga diakhiri dengan pembagian souvenir kepada siswa sebagai bentuk motivasi kepada siswa agar selalu menerapkan PHBS baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Sebagai informasi, frambusia merupakan penyakit infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue dan umumnya menyerang anak-anak di wilayah dengan sanitasi kurang baik. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan luka penderita, sehingga deteksi dan penanganan dini menjadi sangat penting.

Melalui kegiatan edukasi berkelanjutan dan pemeriksaan rutin seperti ini, Puskesmas Lhoknga optimistis kesadaran masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendorong percepatan pencapaian target eradikasi frambusia di wilayah Aceh Besar.(Rezha)