DaerahPendidikan

Puskesmas Ingin Jaya Gencarkan Sosialisasi dan Deteksi Dini Frambusia di MIN 27 Aceh Besar

23
×

Puskesmas Ingin Jaya Gencarkan Sosialisasi dan Deteksi Dini Frambusia di MIN 27 Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
dr. Nia Maisarah memberikan sosialisasi tentang penyakit frambusia kepada siswa MIN 27 Aceh Besar sebagai bagian dari upaya edukasi dan pencegahan dini, Aceh Besar, Senin (27/4/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR.

posaceh.com, Kota Jantho — Puskesmas Ingin Jaya, Aceh Besar terus menggencarkan upaya percepatan eradikasi penyakit frambusia melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini yang menyasar kalangan pelajar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promotif dan preventif untuk menekan angka kasus frambusia, penyakit kulit menular yang masih menjadi perhatian dalam program kesehatan masyarakat, yang berlangsung di MIN 27 Aceh Besar, Senin (27/04/2026).

Kepala Puskesmas Ingin Jaya, Munizar, S.ST., M.Si, mengatakan bahwa edukasi sejak usia sekolah menjadi kunci penting dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.

“Sosialisasi ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang frambusia, sehingga mereka dapat mengenali gejala sejak dini dan berperan dalam pencegahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan eradikasi frambusia tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah.

“Dukungan dari sekolah sangat penting, karena mereka menjadi ruang utama dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak,” katanya.

Munizar juga menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjalankan program secara berkelanjutan melalui pendekatan yang terencana dan terintegrasi.

“Melalui arahan dan komitmen yang kuat, kami memastikan kegiatan seperti ini terus berjalan secara konsisten agar target eradikasi frambusia dapat tercapai,” tambahnya.


Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini frambusia pada siswa MIN 27 Aceh Besar guna mengidentifikasi gejala sejak awal serta mendukung percepatan eradikasi penyakit, Aceh Besar, Senin (27/4/2026). FOTO/ ZUL FAZLI

Disamping itu, dalam sosialisasi tersebut, tenaga kesehatan memberikan edukasi komprehensif kepada siswa mengenai penyakit frambusia. Mulai dari penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain penyuluhan, tim Puskesmas juga melakukan deteksi dini terhadap siswa guna mengidentifikasi secara cepat apabila terdapat gejala yang mengarah pada penyakit frambusia,” imbuhnya.

Munizar juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyambut baik kegiatan tersebut serta memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya, termasuk memfasilitasi edukasi kesehatan dan mendorong siswa untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara Puskesmas, sekolah, dan masyarakat, diharapkan upaya eradikasi frambusia di Kabupaten Aceh Besar dapat berjalan optimal, sehingga generasi muda dapat tumbuh sehat dan terbebas dari penyakit menular.

“Mari bersama kita wujudkan generasi sehat dan lingkungan yang bebas dari frambusia,” pungkas Munizar.(Zul)