Olahraga

PSAB Akhiri Kiprah PSBL di Liga 4 Zona Aceh 2025/2026

496
Pemain PSAB berpose bersama sebelum laga melawan PSBL Langsa pada laga terakhir babak penyisihan Grup D Liga 4 Zona Aceh di Lapangan Carlos Lhoknga, Aceh Besar, Senin (24/11/20250 sore. FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – PSBL Langsa yang menjadi musuh bebuyutan PSAB Aceh Besar akhirnya dapat mengakhiri kiprah pemain Kota Langsa dalam Liga 4 Zona Aceh 2025/2026.

PSBL Langsa yang datang dengan kepercayaan diri tinggi harus menerima pil pahit, tidak dapat melanjutkan pertandingan ke babak 8 besar seusai meraih dua kali seri dan satu kali kalah dari PSAB pada laga terakhir, Senin (24/11/2025).

Sebelum pertandingan, sejumlah penonton sempat melontarkan kata-kata bahwa PSAB akan memberi peluang kepada PSBL untuk maju ke babak 8 besar. Mereka beralasan, pemain yang diturunkan masih berusia muda atau lapis kedua.

Hal itu terlihat saat pemain melakukan pemanasan, banyak pemain yang turun pada hari kedua tidak dimainkan oleh pelatih, seperti Aples atau juga Ali Mustapa. Sebaliknya, menurunkan pemain PORA Aceh Besar.

Seperti M Aulia Marsel yang berposisi sebagai kiper, Aminul Rijal alias Ami dan Achmad Nabil Muannisi, termasuk M Hafidan yang menggantikan Marsel akibat cedera lutut, sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Kekhawatiran pendukung PSAB itu terbukti di lapangan, sepanjang babak pertama, lebih banyak bertahan dibandingkan melakukan serangan, sehingga gawang PSAB yang dikawal Marsel sempat beberapa kali terancam.

Pemain PSBL berpose bersama sebelum laga melawan PSAB pada laga terakhir babak penyisihan Grup D Liga 4 Zona Aceh di Lapangan Carlos Lhoknga, Aceh Besar, Senin (24/11/20250 sore. FOTO/BEDU SAINI

Dalam babak pertama, pemain PORA Aceh Besar yang merupakan pemain muda PSAB kerap kehilangan bola atau salah memberi operan, bahkan kerap kalah dalam perebutan bola dengan pemain PSBL.

Kondisi minimnya serangan yang berlangsung sampai menit ke-30, sempat membuat pendukung yang berada di tribun atau juga pinggir lapangan hanya bisa melihat PSAB digempur habis-habisan.

Apalagi, saat melakukan serangan, tidak ada pemain yang siap berada di depan, semuanya turun, termasuk Assanur Rizal alias Torres yang harus turun membantu pertahanan atau mengambil bola untuk melakukan serangan seorang diri.

Hanya sekali-kali bisa melakukan serangan melalui Riziq dan Torres, termasuk Rifal Akhyar yang membantu dari sisi lapangan tengah. Nabil sebenarnya memiliki peluang pada babak pertama, tetapi saat berada di kotak penalti dikepung beberapa pemain, sehingga bola berhasil direbut untuk dihalau ke tengah lapangan.

Dengan kondisi itu, pelatih bersama manajemen mulai khawatir, walau PSBL belum juga bisa menghasilkan gol. Bahkan Plt Ketua Umum PSAB, Mariadi ST MM tampak mondar-mandir di pinggir di lapangan, tidak bisa melihat timnya terus berada dalam tekanan.

Pelatih T Helza Rahmad bersama Faumi Sahreza mulai menyadari kondisi di lapangan, sehingga memasukkan sang pengatur lapangan, Luthfi Fauzi bersama Afdallul Bashar pada 10 menit sebelum babak pertama berakhir.

Pergantian itu menunjukkan hasil, PSAB mulai bisa keluar dari tekanan PSBL. Bahkan, pada babak kedua, kondisi berbalik, PSAB lebih banyak melakukan serangan yang akhirnya membuahkan gol pada menit ke-73 yang dicetak Afdallul, sedangkan PSBL lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat.

Jurnalis Media Pos Aceh bersama penonton di pinggir lapangan dan tribun menyaksikan laga PSAB vs PSBL Langsa di Lapangan Carlos Lhoknga, Aceh Besar, Senin (24/11/20250 sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Dengan hasil ini, maka PSAB berhasil menghentikan kiprah PSBL hanya sampai babak penyisihan, bahkan kalau bisa dibalas, kondisi tetap sama, tidak bisa melaju ke babak 8 besar, karena Kuala Nanggroe FC mengalahkan Aceh Kutaraja FC 2-1, sehingga meraih 4 poin.

Selamat kepada PSAB yang mengusung terus melaju sampai Liga 4 Nasional, tetapi harus mampu mengatasi rintangan lebih berat lagi pada babak 8 besar yang sudah diketahui klub mana yang akan bersaing lolos ke nasional.(Muh)

Exit mobile version