Daerah

‎Proyek Jalan Nasional tak Kunjung Rampung, Warga Kuning I Desak BPJN Segera Akhiri Penderitaan Akibat Debu

98
Kondisi Jalan Nasional Kutacane–Medan di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara hingga kini belum juga rampung, Minggu (26/07/2026) FOTO/AKBAR.

posaceh.com, Kota Jantho – Proyek pengaspalan yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di ruas Jalan Nasional Kutacane–Medan, tepatnya di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga Minggu (26/7/2026) belum juga rampung. Lambannya penyelesaian proyek memicu keluhan warga yang setiap hari harus menghadapi kepulan debu akibat kondisi jalan yang belum selesai dikerjakan.

‎Selain mengganggu kesehatan masyarakat, debu yang beterbangan juga berdampak terhadap aktivitas sehari-hari serta menurunkan pendapatan para pedagang yang berusaha di sepanjang ruas jalan tersebut.

‎Berdasarkan pantauan Pos Aceh di lokasi, ruas jalan yang masih dalam tahap pengerjaan memiliki panjang sekitar 150 meter. Permukaan jalan masih didominasi material agregat, sementara di sejumlah titik mulai muncul lubang yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

‎Sejumlah warga mengaku sebelumnya telah meminta kepastian kepada pihak BPJN maupun kontraktor pelaksana terkait target penyelesaian proyek. Dalam pertemuan pada Senin (13/7/2026), kontraktor disebut menyampaikan bahwa pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari, atau paling lambat satu minggu.

‎Namun, hingga lebih dari sepekan setelah batas waktu tersebut berlalu, proyek belum juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat karena janji yang disampaikan belum terealisasi.

‎Upaya penyiraman jalan untuk mengurangi debu juga dinilai belum memberikan solusi yang efektif. Saat cuaca panas, debu tetap beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga dan tempat usaha. Sebaliknya, ketika jalan disiram atau turun hujan, permukaan jalan berubah menjadi becek sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

‎Dampak ekonomi juga mulai dirasakan para pedagang di sekitar lokasi proyek. Debu yang masuk ke dalam warung maupun toko membuat pelanggan enggan singgah, sehingga omzet usaha mereka mengalami penurunan.

‎”Katanya dua atau tiga hari selesai, paling lama satu minggu. Sampai sekarang belum juga selesai. Yang kami rasakan setiap hari hanya debu. Kesehatan terganggu, usaha juga ikut sepi,” ujar salah seorang warga.

‎Ruas Jalan Nasional Kutacane–Medan merupakan jalur strategis yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga masyarakat yang melakukan aktivitas antarwilayah. Karena itu, warga mendesak BPJN bersama kontraktor pelaksana segera mempercepat penyelesaian pekerjaan agar aktivitas masyarakat kembali normal tanpa dihantui debu maupun kondisi jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Masyarakat juga meminta BPJN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan proyek, progres pekerjaan terkini, serta kepastian target penyelesaiannya. Menurut warga, transparansi tersebut penting agar keresahan masyarakat tidak terus berlarut-larut.

‎Sementara itu, Pos Aceh telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak BPJN melalui pesan WhatsApp dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penyebab keterlambatan proyek, target penyelesaian terbaru, serta langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi keluhan masyarakat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum memperoleh tanggapan maupun jawaban resmi dari pihak BPJN.(Akbar)

Exit mobile version