News

Program Makan Bergizi Gratis Belum Resmi Berjalan, Kepala BGN Sudah Bingung

991
×

Program Makan Bergizi Gratis Belum Resmi Berjalan, Kepala BGN Sudah Bingung

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberi keterangan tentang program makan bergizi gratis (MBG) di Jakarta, Senin (23/12/2024). FOTO/CNN

posaceh.com, Jakarta – Pemerintah belum secara resmi meluncurkan program makan bergizi gratis (MBG) bagi seluruh anak sekolah di Indonesia. Tetapi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sudah mulai kebingungan, jatah susu hanya diberikan kepada sekolah dekat area sentra sapi perah,

Sebagai alternatif, anak-anak di daerah tertentu akan mendapatkan lauk lain yang sesuai dengan kebutuhan gizi. “Susu itu akan diberikan di daerah-daerah yang memang di situ daerah peternakan. Kalau bukan di daerah peternakan kan, tidak usah dipaksakan,” ujar Dadan kepada wartawan usai mengikuti Rakortas CPP 2025 di Jakarta, Senin (23/12/2024).

Dadan mencontohkan menu susu dapat diganti dengan telur untuk memenuhi kebutuhan protein dan kebutuhan kalsium anak-anak dapat dipenuhi melalui daun kelor. “Menu susu cukup bisa diganti dengan telur. Kalsiumnya bisa dengan kelor. Yang jauh dari susu dan logistiknya susah ya tidak usah dipaksakan. Bisa ada telur, bisa kelor,” jelasnya.

Namun, Dadan memastikan di daerah dengan peternakan sapi perah yang mencukupi, susu tetap menjadi bagian dari menu MBG. “Tapi di daerah-daerah dengan peternakan yang sapi perah yang cukup ya itu akan menjadi bagian dari makanan mereka,” tegasnya.

Dadan juga menjelaskan program makan bergizi gratis ini akan menjangkau sekitar 3 juta penerima manfaat. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai 6 Januari 2025. “Pokoknya 3 juta penerima manfaat. Kita mulai bertahap lah, 6 Januari 2025 kan pembukaan,” pungkasnya.

Dari gambaran tersebut, maka anak-anak yang tidak berada di daerah sentra sapi perah seperti di Provinsi Aceh, maka siap-siap, hanya diberi telur sama daun kelor dalam menu mereka. Tetapi, di kawasan Pulau Jawa, dimana sempat terjadi aksi protes peternak sapi perah, membuang susu dalam jumlah besar, puluhan ton ke tempat pembuangan sampah, seiring tidak diterima oleh pabrik pengolah susu dengan alasan tertentu, tetapi sebenarnya sudah masuk susu impor.

Pemerintah seharusnya tidak membagi zona sebuah wilayah dengan menu makanan bergizi gratis, tetapi disamaratakan di seluruh Indonesia sampai kawasan pelosok pedesaan, dimana minum susu bisa jadi hanya sekali seumur hidup. Apalagi, dalam moto “Empat Sehat Lima Sempurna”, yaitu susu sebagai nutrisi tambahan. Kita tunggu saja program pemerintah ini yang sudah digaungkan sejak masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024 lalu.(Muh/*)