Pendidikan

Prof Sulaiman Tripa Ajarkan Mahasiswa Cara Menggali Ide dalam Menulis

37
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Sulaiman Tripa, menyampaikan materi dihadapan para mahasiswa pada pertemuan keempat Forum Akademik Menulis (FAMe) Chapter 17, di Aula STAI Nusantara Banda Aceh, Sabtu (23/5/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Sulaiman Tripa, mengajarkan mahasiswa STAI Nusantara Banda Aceh teknik menggali, menuangkan, dan mengembangkan ide dalam tulisan pada pertemuan keempat Forum Akademik Menulis (FAMe) Chapter 17, di Aula STAI Nusantara Banda Aceh, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan diskusi kepenulisan tersebut, Prof Sulaiman membawakan materi bertema “Menggali, Menuangkan, dan Mengembangkan Ide dalam Tulisan”. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kemampuan menemukan gagasan serta mengolahnya menjadi tulisan yang sistematis dan sesuai kaidah akademik.

Selain membahas teknik pengembangan ide, Prof Sulaiman juga menjelaskan perbedaan mendasar antara tulisan fiksi dan nonfiksi. Menurutnya, pemahaman terhadap kedua jenis tulisan tersebut sangat penting bagi mahasiswa, terutama dalam menentukan sumber rujukan untuk karya ilmiah.

Ia menegaskan bahwa penulisan skripsi, artikel ilmiah, maupun karya akademik lainnya harus menggunakan referensi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Foto bersama usai pertemuan keempat Forum Akademik Menulis (FAMe) Chapter 17, di Aula STAI Nusantara Banda Aceh, Sabtu (23/5/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

“Karya fiksi seperti novel tidak dapat dijadikan rujukan utama dalam penulisan skripsi,” ujar Prof Sulaiman Tripa.

Menurutnya, meskipun sebuah karya fiksi dapat memuat berbagai informasi dan data, sumber tersebut tidak dapat dijadikan referensi utama dalam karya ilmiah nonfiksi. Namun, karya fiksi tetap dapat dimanfaatkan sebagai objek kajian dalam bidang ilmu tertentu yang relevan.

“Kemampuan membedakan karakteristik tulisan fiksi dan nonfiksi akan membantu mahasiswa dalam memilih sumber yang tepat serta menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas,” jelasnya.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa tersebut berlangsung interaktif hingga selesai. Melalui diskusi itu, peserta diharapkan mampu memahami teknik penulisan yang baik, mengembangkan ide secara terarah, serta menerapkan prinsip-prinsip akademik dalam penyusunan karya tulis ilmiah.(Why/*)

 

 

Exit mobile version