Internasional

Presiden AS Belum Tentukan Kapan Serang Iran, Akan Diputuskan Dalam Dua Pekan Mendatang

479
×

Presiden AS Belum Tentukan Kapan Serang Iran, Akan Diputuskan Dalam Dua Pekan Mendatang

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump . FOTO/REUTERS

posaceh.com, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengambil keputusan dalam dua minggu ke depan terkait apakah akan melancarkan serangan terhadap Iran.

“Berdasarkan fakta, ada peluang substansial untuk negosiasi atau tidak mungkin terjadi dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan melangkah atau tidak dalam dua minggu ke depan,” kata Trump yang dibacakan juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dilansir Washington Times, Kamis (19/6/2025).

“Tidak seorang pun boleh terkejut dengan posisi presiden (Trump) bahwa Iran sama sekali tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia sudah sangat jelas tentang hal ini selama beberapa dekade,” ujar Leavitt kepada wartawan di Gedung Putih.

“Itu sebabnya ia telah memberikan kelonggaran besar dan banyak upaya untuk mencapai solusi diplomatik, namun ia sangat jelas,” imbuhnya. Leavitt menegaskan Iran memiliki semua yang dibutuhkan untuk mencapai penggunaan senjata nuklir,” ujarnya.

Tetapi, katanya, mereka membutuhkan keputusan dari pemimpin tertinggi untuk melakukannya. “Dan akan memakan waktu beberapa minggu untuk menyelesaikan produksi senjata tersebut,” ucapnya, terkait senjata nuklir Iran.

Dia mengatakan, tindakan itu akan menimbulkan ancaman eksistensial tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi Amerika Serikat dan seluruh dunia. “Itu adalah sesuatu yang disepakati seluruh dunia, termasuk negara-negara seperti Rusia, bahwa Iran tidak boleh dan tidak bisa memperoleh senjata nuklir,” katanya.

Iran sendiri telah membantah berusaha memperoleh senjata nuklir. Leavitt mengonfirmasi laporan sebelumnya, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah berbicara setelah Israel memulai serangan terhadap Iran Jumat lalu.

Menanggapi pertanyaan tentang pembicaraan tersebut, Leavitt mengatakan, “Mengenai korespondensi antara Amerika Serikat dan Iran, saya dapat mengkonfirmasi bahwa korespondensi terus berlanjut.”

“Seperti yang Anda tahu, kami telah terlibat dalam enam putaran negosiasi dengan mereka, baik secara tidak langsung maupun langsung,” ujar Leavitt. Negosiasi dimulai pada April lalu dan seharusnya berlanjut Minggu lalu.

Namun, serangan Israel pada 13 Juni 2025 lalu terhadap fasilitas nuklir, situs militer, ilmuwan nuklir, dan pejabat senior Iran mendorong Teheran untuk membatalkan pertemuan tersebut dan melancarkan serangan balasan.

Otoritas Israel mengatakan setidaknya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka sejak saat itu akibat serangan rudal Iran. Sementara di Iran, 639 orang tewas dan lebih dari 1.300 terluka akibat serangan Israel, menurut laporan media Iran.

Di sisi lain, batas waktu dua minggu yang ditetapkan Trump muncul di saat para menteri luar negeri dari Jerman, Prancis, dan Inggris berencana bertemu dengan mitranya dari Iran pekan ini untuk mencari solusi diplomatik terhadap konflik Israel-Iran.

Mereka diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (20/6/2025) di Jenewa, lapor kantor berita DPA, mengutip sumber diplomatik Jerman.(Muh/*)