posaceh.com, Banda Aceh – “Dari Bumi Serambi Mekkah, PON XXI ber-maskot gajah, catat Aceh dalam sejarah, sambut tamu senyum penuh merekah. Dari ujung barat NKRI, gema PON ke penjuru negeri, selamat datang Bapak Jokowi, terimalah uluran salam dari kami,” demikian kata Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr H Safrizal ZA, M.Si dalam kata sambutannya, pada pembukaan PON XXI di Stadion Harapan Bangsa, Senin (9/9/2024).
Pelaksanaan PON XXI menjadi yang pertama kali dilaksanakan bersamaan oleh dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara dalam sejarah pagelaran multi event olahraga nasional empat tahunan di tanah air ini sejak yang pertama di Surakarta (Solo) 1948.
PON Aceh – Sumatera Utara juga pertama dalam sejarah diikuti 38 provinsi yang terdiri 34 KONI provinsi dan kontingen dari provinsi otonomi daerah baru (ODB) yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pengunungan dan Papua Barat Daya, serta Ibukota Nusantara (IKN) yang juga ikut defile kontingen pada pembukaan PON XXI.
Jumlah Cabang olahraga yang dipertandingkan juga terbilang banyak dibanding PON sebelumnya, yang mempertandingkan 67 cabang olahraga 1.042 nomor pertandingan dengan 87 disiplin. Diantaranya 34 cabor dipertandingkan di Sumatera Utara dan 33 cabor di Aceh.
Dari 38 provinsi plus IKN, sekitar 6.478 ofisial serta 13 ribu atlet bertanding dan berlomba pada PON XXI ini. Diantaranya 6.287 atlet dan 3.158 ofisial yang bertanding di 33 cabang olahraga di Aceh. Di Sumatera Utara 34 cabang dengan 6.618 atlet serta 3.320 ofisial.
Bagitu juga tuan rumah Aceh dengan 906 atlet dan ofisial merupakan kontingen yang terbanyak jumlah atlet dan ofisialnya pada PON XXI ini serta yang terbanyak bagi kontingen sepanjang sejarah mengikuti PON di tanah air ini.
Seperti diketahui Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan langsung dapat mengikutsertakan atletnya berkompetisi di pekan olahraga nasional tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.

Kecuali itu, seperti disebutkan Presiden Joko Widodo ketika membuka PON XXI ini menyebutkan, ini merupakan PON pertama dalam sejarah dilaksanakan dua provinsi Aceh dan Sumatera Utara merupakan ajang melahirkan atlet-atlet terbaik bangsa.
Perhelatan multi event olahraga nasional empat tahunan ini juga menjadi titik kulminasi pembinaan prestasi olahraga di tanah air dan momentum mendapatkan atlet-atlet yang bisa diandalkan untuk meraih prestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.
Begitu juga menurut Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal bahwa PON XXI bukan hanya ajang untuk bertanding dan berkompetisi, tetapi juga sebagai momen untuk merayakan kesatuan dan kebersamaan dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas.
Menurutnya, multi event olahraga nasional memiliki semboyan bersama kita juara.”Melalui persatuan kita bisa mencapai hal yang besar, melampaui batas perbedaan dengan meraih kejayaan bersama ,” ujarnya.
Safrizal menyebutkan, kesuksesan PON XXI merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen bersama berbagai pihak. Ia berharap keberhasilan itu dapat menjadi momentum untuk lebih memajukan olahraga di Aceh serta menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan event serupa di masa depan.
Sedangkan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengatakan bahwa PON XXI Aceh-Sumut merupakan edisi PON yang berbeda dari sebelumnya, karena diselenggarakan di dua provinsi berbeda, Aceh dan Sumatera Utara
Sebutnya,venue-venue yang digunakan untuk pertandingan umumnya memenuhi standar nasional, dengan beberapa di antaranya berstandar internasional.
Event PON yang resmi dibuka Senin (9/9) malam dan akan ditutup pada 20 September di Medan. Beberapa pertandingan telah berlangsung sejak 28 Agustus 2024.
Stadion Harapan Bangsa yang megah setelah renovasi menjadi saksi bisu kemeriahan dan semaraknya pembukaan PON Aceh – Sumatera Utara.
Pembukaan yang mementaskan tarian kolosal dengan melibat 873 penari, cerita kepahlawanan Laksamana Malahayati serta pelepasan kembang api ke udara membuat suasana makin meriah.(Adv)











