
posaceh.com Banda Aceh – Semangat berlatih para petarung muaythai Tanah Rencong kian berkobar menjelang berlaga di PON XX/2021 di Bumi Cendrawasih, Papua.
Multi event olahraga nasional empat tahunan di tanah air ini, menjadi ajang pembuktian bagi petarung-petarung Aceh untuk mengukir prestasi terbaik meraih medali emas.
Olahraga beladiri asal Thailand yang baru dilagakan di PON Papua ini, juga menjadi pertama bagi Muaythai Aceh yang terbilang cabang olahraga yang masih belia ini.
Ada delapan atlet Aceh, terdiri empat putra dan empat putri berhak berlaga di Papua, setelah lolos dari prakualifikasi PON pada pekan olahraga wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu November 2019.
Delapan petarung itu, Wanda Ardiansyah kelas 57 Kg, Bobi Chandra Ariadi (67 Kg), Yukai Prihatin Martin (54 Kg), Khairul Umam (60 Kg).
Petarung putri, Irsalina (45 Kg), Feberlina Nduru (54 Kg), Dara Phonna (48 Kg), Desi Suryani Halawa (43 Kg).
Hampir selama dua tahun para petarung Aceh itu digembleng dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang dilaksanakan KONI Aceh di ‘kawah candradimuka’ tempat latihan Muaythai Aceh, Kampung Mulia, Banda Aceh.
Dalam menjalani latihan, para atlet ditangani tiga pelatih yaitu Sarwan Saleh (pelatih kepala), Adi Mulya dan Saputra.
Saat ini para atlet beladiri Aceh tersebut serius dan fokus menjalani tahapan latihan persiapan untuk bertanding di PON.
Pelatih kepala Muaythai Aceh, Sarwan Saleh menyebutkan, selama Pelatda atletnya tidak hanya ditempa fisik, dilatih tehnik, taktik bertarung, juga dibina mental dan kedisiplin yang tinggi.
Soal mental dan kedisiplinan yang tinggi tidak main-main maupun tawar menawar bagi Sarwan dalam membina atletnya selama Pelatda. Atlet yang melanggar mendapat sanksi.
Itu menjadi sangat penting diterapkan bagi atletnya karena bertarung di PON Papua bukanlah perkara gampang untuk meraih prestasi terbaik.
Katanya, para atlet dapat mengikuti dan menjalankan program latihan selama ini serta disiplin yang tinggi. Atlet, pukul 10 malam sudah tidur, subuh sudah bangun, lalu shalat. Setelah itu latihan fisik di komplek Stadion Harapan Bangsa. Petangnya mereka latihan tehnik serta tarung. “Target kita, sesuai yang ditargetkan KONI Aceh, meraih satu medali emas,” ujarnya kepada posaceh.com, Selasa (8/9/2021).
Sebutnya, Tim Muaythai Aceh akan berangkat ke Papua, 23 September dan pertandingan dimulai 27 September di Sentani, Jayapura.
Jaga Performan dan Kesehatan
Sementara itu, Ketua Pelatda PON, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd didampingi Sekretaris, Dr Mansur, ketika melakukan apel malam di markas latihan sekaligus tempat penginapan atlet muaythai yang menjalani Pelatda menghadapi PON XX/2021 Papua, di Kampung Mulia, Banda Aceh, Senin (6/9/2021) malam, meminta para atlet dan pelatih untuk tetap menjaga performan, prestasi yang telah dicapai dalam latihan selama Pelatda dan terutama kesehatan menjelang berangkat bertanding di PON Papua.
Hal senada juga disampaikan pendamping Cabor Muaythai, Bardan Sahidi, ia menyebutkan tantangan berat harus bisa dihadapi, terutama menjaga kondisi dan kesehatan tetap prima. Atlet muaythai harus siap siaga.
“Saya yakin anak-anak akan menunujkan prestasi terbaiknya di PON Papua, evaluasi dan monitoring yang kami lakukan menunjukan grafik peningkatan,” ujar Bardan Sahidi yang juga anggota DPR Aceh ini. (Sudirman Mansyur).











