Pj Wali Kota Banda Aceh Dampingi Menko PMK Kunker ke Lampulo

  • Bagikan
Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin melaporkan berbagai keberhasilan dan kendala program pembangunan di Kota Banda Aceh kepada Menko PMK RI Muhadjir Effendy pada kunjungan kerja di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (27/3/2024). FOTO/ PROKOPIM PEMKO BANDA ACEH

*Laporkan Penyaluran CPP, PKH, Penanganan Stunting hingga Kemiskinan Ekstrem

posaceh.com, Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin ikut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pada kunjungan kerja ke Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (27/3/2024)

Di desa pesisir dekat muara Krueng Aceh, tepatnya di situs tsunami Kapal di Atas Rumah, Menko PMK berdialog dengan masyarakat setempat dan turut menyerahkan secara simbolis bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP), bantuan stunting, dan santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Muhadjir Effendy mengatakan kedatangan dirinya bersama sejumlah deputi untuk memantau langsung berbagai bantuan yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi, mulai dari PKH, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga bantuan beras CPP.

“Untuk bantuan beras CPP masing-masing 10 kilogram bagi keluarga penerima manfaat, akan kita salurkan sampai Juni mendatang,” ujarnya di sela-sela sesi dialog dengan warga Gampong Lampulo.

Secara khusus, ia menyorot angka prevalensi stunting yang masih tergolong tinggi di Aceh, yakni 20 persen. “Mohon perhatian ini bagi Bapak Pj Gubernur Aceh dan semua stakeholder terkait, karena target nasional bisa turun 14 persen dalam tahun ini.”

“Mulai dari desa, keuchik wajib tahu berapa jumlah ibu hamil, agar bisa mengantisipasi stunting, kita tangani sejak dini. Arahkan bumil untuk melakukan USG minimal enam kali ke puskesmas, gratis. Menangani stunting sejak masa kehamilan penting, karena lebih sulit jika sudah lahir,” katanya.

Muhadjir pun mengingatkan kaum ibu untuk memenuhi asupan gizi anak secara optimal, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral. “Insyaallah, bersama kita bisa mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat, kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.”

Tak ketinggalan, iamengharapkan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumut pada September nanti dapat berlangsung sukses. “Mari kita sambut tamu dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Ini kesempatan luar biasa bagi Aceh, yang mungkin tidak bisa kita dapatkan lagi dalam 50 tahun ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Pj Wali Kota Amiruddin menyatakan sangat bersyukur atas kunjungan Menko PMK. “Kami mengucapkan selamat datang di Serambi Mekah. Kehadiran Bapak Menteri hari ini merupakan suatu peningkatan perhatian dari pemerintah terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kota ini.”

Ia melaporkan bahwa Banda Aceh telah menyalurkan bantuan beras CPP yang dikelola Bulog, “Dengan penyaluran dilakukan Pos Indonesia secara maksimal 100 persen. Penyaluran tahap I 2024 alokasi Januari telah selesai didistribusikan kepada 9,528 Keluarga Penerima Manfaat,” ujarnya.

Terkait Program Keluarga Harapan (PKH), Pemko Banda Aceh telah menyalurkan Rp 2.535.432.885 pada tahap pertama.” Jumlah tersebut diperuntukkan untuk 4.526 Keluarga Penerima Manfaat yang tersebar di sembilan kecamatan di Banda Aceh.”

“Selanjutnya terkait jumlah penduduk yang tergolong dalam angka kemiskinan ekstrem di Banda Aceh pada 2022 sebesar 2,14 persen turun menjadi 0,89 persen dengan dengan jumlah sebanyak 5.980 jiwa menjadi 2.520 jiwa,” ujarnya lagi.

Pemko Banda Aceh bersama segenap elemen masyarakat juga terus berupaya menekan angka stunting. “Berdasarkan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPBGM) ada 906 balita atau 9,33 persen dan Februari 992 balita atau 9,66 persen.”

Berbagai upaya pun telah dilakukan pihaknya dalam penurunan angka stunting, di antaranya: pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta pemberian makanan tambahan bagi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (Bumil KEK).

“Selain itu kita juga telah melakukan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal, pemantauan tumbuh kembang balita, kampanye pemberian ASI ekslusif, peningkatan cakupan imunisasi, serta edukasi remaja putri, ibu hamil, dan keluarga balita,” ujarnya.

Seluruh upaya yang telah kami lakukan tentu masih ada kekurangan, sehingga perlu terus dibimbing demi tercapai target pembangunan, khususnya Generasi Emas 2045. “Oleh karenanya, kami sangat mengharapkan arahan dari Bapak Menko PMak agar program-program yang telah dijalankan dapat berdampak lebih maksimal.”

Menutup kunkernya di Lampulo, Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah, dan Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin, menyerahkan secara simbolis bantuan beras CPP, paket bantuan stunting, dan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah penerima manfaat.(AMZ/*)

  • Bagikan