posaceh.com, Banda Aceh – Peringati hari Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Penjabat (Pj) Gubernur Dr H Safrizal ZA M Si dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menabur bunga untuk korban tsunami Aceh 2004 di kuburan massal Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (9/10/2024).
Peringatan hari PRB merupakan kegiatan rutin yang di adakan BNPB setiap tahunnya. Dimulai sejak tahun 2012, sehingga sekarang telah memasuki 12 tahun peringatan di tempat-tempat yang rawan bencana, salah satunya yakni daerah Aceh.
Suharyanto mengatakan, sebagaimana yang telah terjadi pada Tahun 2004 tsunami Aceh, sebagai bentuk prosesi khidmat menjadi simbol penghormatan dan refleksi atas dahsyatnya tragedi kemanusiaan yang melanda Aceh dua dekade lalu yang di kuburkan secara massal 14 ribu orang lebih.
FOTO/ILHAM RAMADANI
“Kita belajar dari kelemahan-kelemahan yang terjadi pada saat tsunami 2004. Apabila itu terjadi lagi di masa depan paling tidak resiko dan dampaknya lebih kecil dibanding 2004, dan kita semua sebagai nasyarakat khususnya Aceh dan Indonesia pada umumnya kita sudah siap, kita tidak perlu khawatir tidak perlu takut tetapi yang penting harus lebih siap lebih paham terkait dengan tanda-tanda terjadinya bencana,” ungkapnya.
Menurutnya, adapun langkah-langkah yang lebih baik untuk menghadapi bencana alam di masa depan resikonya dapat diminimalisir, sehingga selamat dari bencana yang menimpa.
Suharyanto juga berpesan, Provinsi Aceh yang sangat di cintai tentu saja dengan segala keindahan alam sumber daya alam juga luar biasa dan ini sudah diwariskan oleh para leluhur.
“Tentu saja warisan ini harus di teruskan, di junjung tinggi dengan semangat dan pantang menyerah. tapi di sisi lain juga siap lebih paham terkait dengan tanda-tanda terjadinya bencana,” pungkasnya. (Ilham Ramadani)
