posaceh.com, Sigli – Sepanjang 230 meter lahan pembangunan infrastruktur seksi pintu Jalan Tol penghubung Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) terhenti akibat terkendala pembebasan lahan di Gampong Aron Beunot dan Teungoh Drien Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Pidie.
Tanah yang belum dibebaskan itu merupakan lahan produktif berisi tanaman padi, terletak di pinggir ruas jalan nasional Banda Aceh. Hampir empat tahun proyek jalan tol Sibanceh tidak bisa dilanjutkan Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, meninjau progres pembangunan tol Sibanceh ke lokasi didampingi Project Director Hutama Karya Slamet Sudrajat, Plh Sekda Aceh Azwardi serta sejumlah Kepala SKPA terkait, dan sempat berdialog dengan sejumlah pemilik lahan yang terkendala pembebasan, Sabtu, (23/3/2024).
Dalam kunjungan Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah didampingi Sekda Pidie, Samsul Azhar dan Camat Padang Tiji, Asriadi, melakukan pertemuan dengan pemilik tanah di masjid kecamatan Padang Tiji.
“Melakukan dialog dengan masyarakat setempat masalah lahan yang ditawarkan tidak sesuai dengan prosudur jual beli lahan tersebut,”.
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah setelah berkunjung kelokasi mengajak masyarakat dan HAKA selaku pihak yang mengerjakan jalan Tol, untuk sama-sama membangun kesadaran diri bahwa pembangunan ini penting bagi Aceh dan bagi generasi yang akan datang.
“Kita akan berkomit untu pengadaan tanah, dengan tuntas agar jalan Tol Sibanceh dan Binjai-Langsa Selesai 100 persen,” kata Bustami Hamzah.
Ia juga mengatakan, proses ganti untung tentu harus memenuhi unsur kepatutan dan layak masyarakat, agar masyarakat menyadari bahwa pembanganan jalan tol ini sangat penting.
“Jadi, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri dan ikhlas serta menyadari pentingnya jalan Tol ini untuk segera diselesaikan, demi kemudahan bersama,” tuturnya.
Pj Gubernur Aceh menghimbau dangan adanya kesadaran masyarakat setempat untuk pembebasahan lahan tersebut, Insya Allah, jika Sibanceh selesai, maka kita akan fokus ke ruas lainnya, hingga nanti tersambung hingga tol Binjai-Langsa.
Sementara Project Director Jalan Tol Sibanceh, Slamet Sudrajat, mengatakan saat ini, jalan tol Sibanceh sepanjang 74,2 km, yang merupakan seksi dua, tiga, empat, lima dan enam telah beroperasi. Saat ini, masih menyelesaikan seksi satu sepanjang 24,6 km.
“Dimana di seksi tiga Paloh, Kecamatan Padang Tiji sedang proses penyelesaian tanah wakaf. Juga dilakukan pembebasan di tanah wakaf sebagai tanah tambahan di seksi tujuh dan sembilan untuk pengalihan sungai dan jalan desa untuk memperkuat tanah timbunan jalan,” jelasnya.
Menurut Husni Rizal, salah seorang warga warga setempat mengatakan, tanahnya telah ditawar Rp 90 ribu permeter, padahal sebelumnya pernah ditawarkan Rp 250 ribu per meter
“Kami warga Padang Tiji menolak diganti rugi lahan mereka, sehingga terkendala untuk pembangunan Tol Sibanceh,” kata Husni Rizal.
Kemudiam Ia juga menyampaikan penolakan pembebasan lahan karena harga yang ditawar tidak cocok dan mereka ganti rugi dengan harga yang sangat rendah tidak sesuai harga yang mereka inginkan. “Kmi tidak terima tawaran itu karena letak tanahnya di pinggir jalan Medan-Banda Aceh,” tuturnya. (Harmadi)
