Olahraga

Petarung Aceh Gelegarkan Gelanggang PON Papua

1680
×

Petarung Aceh Gelegarkan Gelanggang PON Papua

Sebarkan artikel ini
Kensi Aceh, Lismarita kelas 50 Kg (biru) ketika bertarung dengan Ni Kadek dari Bali. Pertarungan ini dimenangkan Lismarita, sekaligus melangkah ke semi final. Foto : Sudirman Mansyur.

Laporan Sudirman Mansyur, Papua

posaceh.com, Pendekar dan petarung-petarung dari Tanah Rencong kian menggelegarkan gelanggang cabang olahraga beladiri di penghujung perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cendrawasih, Papua.

Lagi, satu-satu persatu atlet dari cabang olahraga bela diri yang melaju ke semi final dan final, dari tarung derajat, kempo dan pencak silat.

Capaian itu, setelah para petarung dengan cerdas, semangat luar biasa dan bermental baja menyudahi perlawanan rivalnya di babak-babak penyisihan.

Prestasi cabang beladiri Aceh diawali muayhtai yang meraih satu medali emas dan dua perak. Disusul judo dan wushu masing-masing satu medali perunggu.

Selanjutnya, anggar yang juga bagian dari olahraga beladiri menunjukkan perjuangan yang luar biasa, sehingga berhasil meraih satu emas, satu perak dua medali perunggu, sekaligus mehilangkan dahaga 25 tahun tanpa medali emas.

Keberhasilan perjuangan atlet-atlet olahraga beladiri menjadi pundi-pundi medali emas bagi Kontingen Aceh pada PON Papua ini.

“Hingga hari ke delapan gelaran Pekan Olahraga Nasional XX, kita ketahui, atlet -atlet dari cabang olahraga beladiri yang masih bertanding telah mencapai semi final dan final,” ujar Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir, SIP, MPA yang ditanya usai menyaksikan pertandingan dua atlet putri kempo Aceh dan melangkah ke semi final di GOR STT GIDI, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/10/2021) sore.

Nasir menyebutkan, dari cabang silat, Misran kelas 55 – 56 Kg masuk ke final, tarung derajat sudah lima atlet masuk semi final. “Kempo dengan dua atlet yang kita bawa ke PON, Lismarita kelas 50 Kg, Maisarah kelas 55 Kg juga masuk ke semi final,” katanya.

Katanya, dari pertandingan cabang olahraga beladiri yang masih berlangsung itu, atlet – atlet Aceh bisa masuk ranking 1, 2 dan 3. “Semoga perjuangan luarbiasa atlet-atlet kita di cabang beladiri itu bisa meraih yang terbaik, medali emas,” katanya.

“Harapan kita, silat dengan seorang atlet bertarung di final bisa meraih yang terbaik, medali emas. Tarung derajat dan kempo semoga semuanya bisa memetik kemenangan sekaligus maju ke final, Insya Allah, meraih hasil yang terbaik, medali emas,” ujarnya.

Atlet-atlet Aceh dari tiga cabang olahraga beladiri yang masih berlangsung pertandingannya yaitu silat, tarung derajat dan kempo yang saat ini berada di tengah puncak perjuangan pada penghujung perhelatan multi even olahraga nasional di Papua ini.

Nasir menilai, prestasi yang dicapai cabang olahraga beladiri Aceh luar biasa pada PON XX ini. “Saya rasa ini bukan hanya kemajuan, tapi sudah luar biasa. Seperti kita ketahui, prestasi terbaik cabang olahraga beladiri diawali muaythai. Tiga atletnya masuk final, berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak,” katanya.

Begitu juga anggar, sebutnya, bagian dari cabang olahraga beladiri, yang sudah menyelesaikan pertandingan, menunjukkan grafik prestasi yang cukup baik, dengan meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu.

Menurutnya, perkembangan prestasi yang dicapai cabang olahraga beladiri luar biasa, karena ini event multi olahraga nasional terbesar dengan persaingan yang sangat tinggi dan ketat

Harapannya, cabang olahraga beladiri yang saat ini masih bertarung di semi final bisa mengalahkan lawannya, sehingga maju ke final. Begitu juga silat yang akan berlaga di final bisa memenangkan pertarungan meraih medali emas.

Katanya, semoga atlet -atlet cabang beladiri bisa bertarung maksimal. “Silat bisa mengalahkan lawannya di final dan meraih medali emas. Begitu juga tarung derajat dan kempo bisa melaju ke final dan meraih medali emas,” ujarnya.

Di cabang olahraga beladiri, kita hanya gagal di taekwondo dengan dua atlet. Ini perlu evaluasi besar bagi taekwondo, termasuk cabang olahraga lainnya yang belum meraih medali,” katanya.

Menurutnya, perolehan medali cabang olahraga beladiri saat ini suatu capaian prestasi yang luar biasa. “Ini tidak bisa kita lakukan dengan persiapan yang pendek, butuh persiapan panjang, terintergrasi dengan keseluruhan tehnik dan kebutuhan-kebutuhan mereka (atlet) menuju sebuah kemenangan yang dihasilkan dari suatu proses,” ulas M Nasir.

Pada PON XX, Aceh berkekuatan 127 atlet dengan mengikuti 26 cabang olahraga, di antaranya delapan cabang olahraga beladiri yaitu muaythai 8 atlet, judo (3) wushu (2) taekwondo (2), anggar (8) silat (3), kempo (2) dan tarung derajat 12 atlet. (*).