* Terkait Akibat Produksi Kalah Saing
posaceh.com, Sigli – Ratusan Petani garam di Kabupaten Pidie mengeluh hasil produksinya tidak laku dan kalah saing dengan garam curah dari luar daerah.
“Kondisi petani garam di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie saat ini sangat memprihatinkan semenjak PT Lancang Sira tidak ada lagi di daerah itu hingga membuat petani garam lokal kesulitan menjual hasil produksinya,” kata Abddulah, petani Garam Gampong Cebrek, Selasa (8/2/2022).
Dia menyebutkan, dari 200 unit pondok produksi, sekarang hanya tersisa sekitar 150 unit saja, sebagian lahan lainnya telah dialih fungsikan atau dijual oleh petani untuk dibangun perumahan.
FOTO/ HARMADI
“Harga jual kepada agen penampung sangat tidak wajar hanya hargai Rp3.500-4000 per kilogram, padahal menurutnya petani membeli bibit garam dengan harga Rp 70.000 per zak,” sebutnya.
Sekitar tahun 1990 kata Abdullah, ada satu perusahaan yaitu PT Lancang Sira yang menampung garam hasil produksi patani hingga puluhan ton per hari. Harga garam juga bersaing, karena perusahaan tersebut turut memproduksi garam beryodium.
Petani garam sangat berharap hadirnya pemerintah untuk membantu pemasaran atau menampung hasil produksi.
“Saat ini untuk kebutuhan keluarga saja sangat sulit, sedangkan hasil produksi garam tidak ada yang menampung, bahkan terpaksa menjual dengan harga sangat murah,” pungkas Abdullah.(Harmadi)
