posaceh.com, Beirut – Tentara Israel yang didukung tank tempur mencoba masuk ke wilayah Lebanon mendapat perlawanan sengit dari pejuang Hizbullah. Pertempuran langsung antara kedua pihak yang berlawanan itu menyebabkan delapan tentara Israel tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari area luar pertempuran melaporkan banyak dari korban terluka dievakuasi dengan helikopter. Ini menjadi pertempuran langsung di darat yang sangat berat yang sudah diperkirakan oleh Israel, mengingat pengalaman mereka saat menginvasi Lebanon pada tahun 2006 lalu.
Namun kerugian yang sangat tinggi harus dipertahankan hingga hari pertama pertempuran pada Rabu (2/10/2024). Militer Israel juga mengkonfirmasi mendapat serangan sekitar 200 roket dari Hizbullah hanya dalam 24 jam terakhir, sehingga pertarungan diperkirakan tidak akan segera berakhir.
Panglima Militer Israel Herzi Halevi menyatakan akan membalas serangan rudal Iran, dimana saja di Timur Tengah. Dia menambahkan meskipun mengalami kekalahan, tentaranya akan tetap dapat mempertahankan posisi untuk menyerang balik.
“Jika mau dapat melangkah lebih jauh dan lebih dalam lagi ke Lebanon,” ujarnya. Israel sumringah, karena fatanya, negara ini menikmati banyak dukungan, terutama dari Gedung Putih, Amerika serikat (AS).
Sementara, itu jumlah korban tewas serangan udara Israel di Ibu Kota Beirut pada Rabu (2/10/2023) malam menyebabkan enam orang tewas, lapor Al Jazeera dari ibu kota Lebanon. “Kami tahu, sejauh ini ada enam korban jiwa,” lapor Laura Khan dari Al Jazeera.
“Dua orang meninggal seketika dan lebih banyak lagi yang meninggal kemudian karena luka-luka mereka di rumah sakit, dan masih ada tujuh orang yang dirawat di rumah sakit,” kata Khan.(Muh/*)
