Pemkab Aceh Besar

Pertahankan Surplus Padi Gabah, Aceh Besar Gelar musyawarah Turun Sawah

1932
Bupati Aceh Besar Ir. H. Mawardi Ali memberikan sambutan saat membuka musyawarah turun kesawah masa tanam rendengan tahun 2021-2022 di Jantho Panorama Park, Kota Jantho, Kamis (18/11/2021).  FOTO/ MEDIA CENTER ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho -Guna mempertahankan surplus padi gabah Bupati Aceh Besar membuka secara resmi musyawarah turun kesawah masa tanam rendengan tahun 2021-2022 di Jantho Panorama Park, Kota Jantho, Kamis (18/11/2021).

 

Pada kesempatan tersebut, Mawardi Ali mengharapkan Dinas Pertanian untuk tetap menjaga ketersediaan bibit dan pupuk untuk kebutuhan pertanian dan terus menjaga kerjasama dengan para petani yang menyediakan bibit. “Dinas pertanian diharapakan untuk selalu mengatur setiap tahunnya untuk masa tanam dan menghitung secara detail kebutuhan masa tanam baik bibit maupun pupuk untuk kebutuhan petani setiap masa tanam”, harap Mawardi.


Peserta musyawarah turun kesawah masa tanam rendengan tahun 2021-2022 di Jantho Panorama Park, Kota Jantho, Kamis (18/11/2021). 
FOTO/ MEDIA CENTER ACEH BESAR

Kepala BWS, Ir. Djaya Sukarno, M. Eng yang juga turut hadir sangat mengapresiasi semangat bertani masyarakat Aceh Besar. BWS sendiri mengharapkan petani untuk tetap mematuhi pengaturan debit pembukaan air irigasi yang sudah di tentukan. “Masyarakat Aceh memiliki semangat bertani yang sangat luar biasa, namun dalam hal ini, petani Aceh Besar harus patuh terhadap pengaturan debit pembukaan air, agar air bisa merata dan menghasilkan hasil panen yang baik,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, Sp menyampaikan, sektor pertanian merupakan satu sektor yang menentukan keberhasilan perekonomian daerah. “Sektor ini terus kita benahi terutama daerah sawah tadah hujan dengan melengkapi kebutuhan air seperti pengadaan sumur bor dan kebutuhan lainnya untuk daerah yang memiliki sumber air”, ujar Jakfar.

 

Ia menambahkan, berdasarkan laporan, saat ini masing-masing daerah sudah menghasilkan tujuh ton rata-rata dan Aceh Besar setiap tahunnya surplus padi gabah. “Setiap daerah rata-rata menghasilkan tujuh ton padi, dan Alhamdulillah setiap tahun Aceh Besar selalu surplus,” tambahnya.

 

Untuk mewujudkan masa tanam rendengan kedepannya semakin baik dinas pertanian juga menghadirkan Pihak BMKG untuk menyampaikan informasi tentang curah hujan berdasarkan pantauan BMKG untuk membantu kegiatan pertanian.

 

Turut hadir Dandim 0101/ABS, kapolres, kepala BWS Wilayah Sumatra 1, Kadis Pangan, Kadis PUPR dan Kepala BMKG. (Muiz/rel).

 

Exit mobile version