Olahraga

Persiraja Kurang Beruntung, Gagal Masuk Liga 1 Indonesia, Dijegal Secara Brutal Oleh PSPS Pekanbaru

1415
Para pemain Persiraja berpose bersama sebelum melakoni laga tanding. FOTO/INSTAGRAM

posaceh.com, Jakarta – Persiraja Banda Aceh harus mengubur mimpi setelah gagal promosi ke BRI Liga 1 2025/2026. Laskar Rencong gagal promosi setelah pada laga terakhir babak delapan besar Liga 2 kalah secara brutal dari tuan rumah PSPS Riau dengan skor 0-1.

Adalah bek andalan Persiraja, Aed Tri Oka yang menyebut kegagalan Persiraja musim ini promosi ke Liga 1 tak lebih karena tidak didekati dewi fortuna atau kurang beruntung.

Mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2024/2025, Laskar rencong bergabung di Grup Barat bersama tim-tim lainya seperti Persikabo 1973, PSPS Riau, Sriwijaya FC, Dejan FC, PSKC Cimahi, Bekasi FC, PSMS Medan dan Persikota.

Dari grup ini, tidak satupun yang lolos ke Liga 1 Indonesia, termasuk PSPS Pekanbaru yang menggagalkan upaya Laskar Rencong masuk Liga 1 seperti yang ditargetkan oleh striker Persiraja, Deri Corfe.

Dalam laga terakhir di Pekanbaru, para pemain Persiraja kerap mendapat tekel keras, sikutan tangan atau pukulan, tetapi wasit dinilai berat sebelah, sehingga manajemen Persiraja melayangkan protes ke PSSI.

Padahal, baik di putaran pertama maupun kedua, Laskar Rencong digjaya dengan memuncaki klasemen. Memasuki fase berikutnya yakni play off promosi dan babak delapan besar Persiraja tergabung di Grup X bersama PSPS Riau, PSIM Yogyakarta dan Deltras Sidoarjo.

Di fase ini, Persiraja gagal masuk ke final setelah selesai di urutan tiga dengan poin sembilan dari enam pertandingan yang dilakoni. Laskar rencong kalah selisih gol dari PSPS Riau.

“Ya, mungkin belum rezeki buat kita. Faktor keberuntungan yang tidak memihak kepada kita menjadi faktor Persiraja gagal promosi ke Liga 1 musim depan,” kata Aed Tri Oka kepada Bola.com, Senin (3/3/2025) malam.

Padahal, modal awal yaitu kesolidan tim dan komposisi pemain kata pemain kelahiran Sumatera Barat ini sudah dimiliki Persiraja. Kerjasama serta komunikasi manajemen dengan tim kepelatihan serta pemain sangat baik sehingga tidak pernah ada kendala yang berarti selama mengarungi Liga 2 musim 2024/2025.

Bukan hanya kondisi dalam tim yang bagus, faktor lainnya pun sangat mendukung seperti dukungan dari suporter yang militan serta home base yang sudah sangat representatif yakni Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

Menurut pemain yang pernah membela Persikabo 1973 ini, suporter Persiraja sangat aktif dan selalu hadir memenuhi stadion saat Laskar rencong bertanding. Begitupun dengan masyarakat umum lainya, yang memberikan support dalam bentuk lain.

“Kondisi tim sangat kompak sekali mulai dari manajemen, staf pelatih serta pemain bisa dibilang sangat solid sekali, bahkan kekeluargaannya sangat bagus,” tambahnya.

“Kami pun sejak awal memiliki optimisme yang tinggi dan menyatukan pemikiran untuk promosi ke Liga 1. Tapi, ya itu tadi, setelah kami berjuang dari awal, di akhir-akhir penentuan, keberuntungan tidak berpihak pada kami,” ungkapnya.

“Saya berharap, walaupun musim ini gagal promosi ke Liga 1, suporter jangan mengendorkan dukungan untuk Persiraja musim depan di Liga 2,” harapnya.

“Saya pribadi mohon maaf belum bisa membantu Persiraja lolos ke Liga 1. Saya berharap juga musim depan Persiraja promosi ke Liga 1,” katanya.

“Setelah apa yang rasakan musim ini di Aceh, Insya Allah cepat atau lambat, Persiraja akan kembali ke Liga 1,” ujar Aed Tri Oka. Namun, Persiraja harus segera membenahi tim lebih kuat lagi, walau sudah mendatangkan enam pemain baru pada bursa transfer Januari 2025 lalu.(Muh/*)

Exit mobile version