Pemko Banda Aceh

Persiapan MTQ Provinsi, DSI Kota Banda Aceh Intensifkan Pembinaan Calon Kafilah Cabang Fahmil Quran

114
Koordinator Lapangan LPTQ, Ustadz Elpijar, mengintensifkan pembinaan khusus bagi para calon kafilah, khususnya pada cabang Fahmil Qur'an., di Mushalla Al-Bayan DSI Banda Aceh, Minggu (30/08/2026). FOTO/ DOK DSI KOTA BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus mematangkan persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendatang. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipacu adalah mengintensifkan pembinaan khusus bagi para calon kafilah, khususnya pada cabang Fahmil Qur’an.
Dinas Syariat Islam Banda Aceh bersama LPTQ menggelar pembinaan rutin bagi calon kafilah MTQ di Mushalla Al-Bayan DSI Banda Aceh, Minggu (30/08/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan para duta ibu kota mampu tampil maksimal dan memboyong prestasi terbaik.
Pembinaan terpadu ini difokuskan pada penguatan pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an, pemahaman hadis, wawasan keislaman, hingga ketepatan serta kecepatan dalam menjawab materi kuis. Cabang Fahmil Qur’an yang menguji kecerdasan, ketangkasan, dan kerja sama tim menjadi salah satu lumbung harapan kontingen Kota Banda Aceh untuk meraih poin tinggi.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Alimsyah SPd MSi menyampaikan bahwa pembinaan berkesinambungan ini bukan sekadar simulasi biasa, melainkan arena penggemblengan mental dan pengasahan materi secara mendalam.

“Kami tidak hanya menargetkan hafalan atau penguasaan materi tekstual, tetapi juga menggembleng ketenangan mental, kekompakan tim, dan ketepatan strategi saat merespons pertanyaan di panggung kompetisi,” ujarnya di sela-sela memantau sesi latihan.

Para peserta yang terpilih merupakan hasil penyaringan ketat dari seleksi tingkat kecamatan hingga pemusatan latihan sebelumnya. Dalam pembinaan intensif ini, DSI Kota Banda Aceh menghadirkan tim pelatih berpengalaman yang memberikan evaluasi secara langsung pada setiap sesi try-out. Model simulasi dibuat persis seperti kondisi perlombaan sebenarnya, lengkap dengan sistem bel dan pembatasan waktu.
Strategi ini terbukti ampuh mendeteksi titik lemah para peserta, baik dari segi penguasaan tafsir, fikih, sejarah Islam, maupun wawasan kebangsaan yang kerap menjadi materi ujian. Para peserta dilatih untuk saling melengkapi dan tidak panik saat menghadapi soal-soal cepat tapat yang penuh tekanan.

Dengan porsi latihan yang makin padat dan sistematis, DSI Kota Banda Aceh optimistis para calon kafilah cabang Fahmil Qur’an siap tampil percaya diri. Pembinaan berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya bermuara pada piala juara, tetapi juga melahirkan generasi muda Banda Aceh yang unggul, berwawasan Qur’ani, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Sementara Koordinator Lapangan LPTQ, Ustadz Elpijar, menyatakan bahwa kegiatan rutin ini merupakan bagian dari persiapan matang menghadapi ajang MTQ tingkat provinsi Aceh di Abdya.

“Di antara sejumlah cabang yang dibina, Fahmil Quran mendapat perhatian khusus sebagai cabang andalan untuk mengharumkan nama Banda Aceh di kancah MTQ,” ujarnya.

Lanjutnya, cabang ini menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis kandungan ayat suci Al-Quran secara mendalam, sehingga dilakukan pembinaan yang lebih intensif dan terarah.

“Dengan pembinaan yang terus diintensifkan, kami optimis dapat melahirkan generasi yang berprestasi dan berkarakter di Kota Banda Aceh,” pungkasnya. (Adv)

Exit mobile version