posaceh.com, Sigli – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie mencatat persediaan hewan ternak sapi, kerbau dan kambing serta domba menyambut Ramadan 1444 Hijriah di Pidie, mencapai 2.038 ekor,yang akan dipotong pada hari meugang.
“Persediaan hewan ternak untuk Meugang lebih dari cukup, kita lebih fokus ke sapi dan kerbau, yang lain hanya tambahan seperti kambing, domba, karena bukan menu utama meugang dan data yang diperoleh hewan ternak untuk sapi dan kerbau yang telah disediakan sebanyak 2.038 ekor, yang dijual dengan harga Rp 190 sampai Rp 200 ribu per kilogram,” kata Muhammad Husin, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dista dan Pangan Pidie, kepada posaceh.com, di Sigli, Sabtu (18/3/2023).
Ia mengatakan hewan untuk kebutuhan daging Meugang tersebut merupakan hasil ternak masyarakat yang tersebar di 23 kecamatan dan sudah melewati pemeriksaan kesehatan layak konsumsi.
“Selain sapi dan kerbau Hewan ternak yang tersedia pada hari meugang yakni, kambing sebanyak 654 ekor, domba 285 ekor dengan harga jual diperkirakan sekitar Rp 140 ribu per kilogram serta ayam ras dan ayam buras sebanyak 23.597 ekor yang dijual dengan harga Rp 60.000 sampai Rp 100.000,” sebut Muhammad Husin.
Lalu dia merincikan 23 kecamatan di kabupaten Pidie yang memiliki persediaan ternak yaitu di Kecamatan Kota Sigli tersedia 238 ekor, Mutiara 186 ekor, Indrajaya 121 ekor, Grong grong 103 ekor, Sakti 11 ekor, Kembang Tanjong 117 ekor, Padang Tiji 89 ekor, Muara Tiga 88 ekor, Glumpang Tiga 70 ekor.
Lanjut Muhammad Husin, sedangkan di Kecamatan Tangse tersedia 74 ekor, Geumpang 57 ekor, Mila 58 ekor, Peukan Baro 62 ekor, Simpang Tiga 70 ekor, Batee 60 ekor, Delima 60 ekor, Glumpang Baro 61 ekor, Manee 69 ekor, Titeu 65 ekor, Keumala 64 ekor, Mutiara Timur 74 ekor, Tiro Trusep 60 ekor, dan Kecamatan Pidie 77 ekor. Selain kerbau dan sapi juga tersedia hewan ternak untuk meugang sebanyak 654 ekor kambing dan 285 ekor domba dengan harga jual diperkirakan sekitar Rp 140 ribu per kilogram.
“Persediaan hewan ternak untuk Meugang lebih dari cukup, kita lebih fokus ke sapi dan kerbau, yang lain hanya tambahan seperti kambing, domba, karena bukan menu utama meugang, secara potensial hannya yang kurang,” katanya
Hewan ternak yang akan dipotong pada hari meugang semuanya hewan ternak lokal yang berasal dari Gampong Gampong. Pedagang kabupaten Pidie juga menyediakan daging beku. Namun masyarakat lebih senang membeli daging siap dipotong, bahkan daging beku biasanya untuk swalayan dan buat pedagang karena mereka dapat lebih murah, kita tetap pantau.
“Daging beku biasanya untuk swalayan dan buat pedagang karena mereka dapat lebih murah, kita tetap pantau, minimal harus di laporkan,” tuturnya.
Sementara pemotongan hewan itu digampong dan dikecamatan setempat, ditempatkan petugas di setiap kecamatan untuk melakukan pengecekan sehat atau tidak sehat, pengecekan dari petugas kita hewan yang akan dipotong tidak penyakit semua hewan pilihan kecuali pemotongan harian itu yang membuat kita ragu.
Kemudian menjelaskan apabila pemerintah daerah memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kemungkinan hewan yang dipotong selalu terkontrol agar tidak terjadinya pemotongan hewan tidak benar.
“Jika pemerintah setempat menyediakan lahan seluas satu hektar untuk membangun RPH, maka pemotongan hewan terjamin dan pihaknya dengan mudah mengontrol dan aman,” ujar Muhammad Husin. (Harmadi)
