Ekbis

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 10 November 2025 di Pasar Spot

436
×

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 10 November 2025 di Pasar Spot

Sebarkan artikel ini
Batangan emas seberat satu kilogram di pabrik pemurnian ABC Refinery, yang dioperasikan oleh Pallion, di Sydney, Australia, pada Kamis (17/4/2025). FOTO/BLOOMBERG

posaceh.com, Jakarta – Harga emas dunia di pasar spot bergerak di zona hijau pagi ini. Bloomberg melaporkan, harga emas berada pada level US$4.009,22 per troy ouce pada perdagangan Senin (10/10/2025 pukul 06.03 WIB.

Level harga emas ini, menguat 0,24% atau US$7,96 dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan harga emas kembali menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe haven) setelah data terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan pelemahan pada sejumlah sektor ekonomi utama. Sentimen konsumen di AS tercatat memburuk.

Kondisi ini dipicu penutupan pemerintah (government shutdown) yang membebani prospek ekonomi, sementara harga-harga yang masih tinggi memperburuk pandangan rumah tangga terhadap kondisi keuangan pribadi.

Dalam laporan Universitas Michigan, kekhawatiran mengenai pengangguran melonjak, dengan 71% responden memperkirakan tingkat pengangguran akan meningkat dalam setahun ke depan.

Meskipun laporan penggajian tidak dirilis pemerintah pada Jumat akibat penutupan tersebut, survei 22V Research menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja menjadi risiko terbesar bagi perdagangan. Imbal hasil obligasi dan nilai dolar AS melemah setelah rilis data ekonomi itu. Kondisi ini membantu mendorong harga emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil, untuk bergerak lebih tinggi.

Emas diperdagangkan menguat pada penutupan pekan lalu setelah sebelumnya setelah dua minggu mencatatkan penurunan. Harga emas pada tahun ini mencatat rekor tertinggi US$4.380 per troy ouce pada Oktober lalu.

Secara keseluruhan, logam mulia ini masih naik lebih dari 50% sepanjang tahun dan berada di jalur mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979.

Pemangkasan suku bunga di AS telah menjadi salah satu faktor pendukung penguatan emas, sekaligus mendorong peningkatan pembelian oleh bank-bank sentral.

Penutupan pemerintah yang menjadi terpanjang dalam sejarah AS memperumit penilaian terhadap ekonomi negara tersebut sehingga data dari pihak swasta semakin menjadi acuan penting bagi pelaku pasar.

Di antara logam mulia lainnya, perak menguat untuk sesi ketiga dan berada pada jalur kenaikan tipis secara mingguan. Pada Kamis, pemerintah AS memasukkan perak ke dalam daftar mineral penting yang masuk dalam penyelidikan Pasal 232 era pemerintahan Trump.

Kebijakan ini berpotensi memunculkan tarif maupun pembatasan perdagangan. Bea masuk atas perak dapat menekan pasar logam karena AS sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.(Muh/*)