InternasionalOlahraga

Penyesalan Julen Lopetegui usai Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026

23
Julen Lopetegui memeluk bintang Qatar, Hassan Alhaydos, setelah laga melawan Bosnia dan Herzegovina. FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Pelatih timnas Qatar, Julen Lopetegui, menyampaikan penyesalan anak asuhnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 .

Qatar kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga pemungkas Grup B di Stadion Seattle, Kamis (25/6/2026) dini hari waktu Indonesia.

Ini membuat skuad The Maroons harus angkat koper dari Gempita Bola Dunia 2026 tanpa kemenangan.

“Dari tiga pertandingan, pada laga pertama kami mendapat poin penting lawan tim kuat Swiss. Kami melakukannya. Tapi laga kedua sulit diterapkan, kami kalah dari banyak aspek dan peluang terutama dengan kartu merah.”

“Dan laga terakhir, ada langkah maju untuk sepak bola Qatar. Setidaknya kami bisa bersaing di laga seperti ini. Sayang sekali kami kebobolan dengan gol hebat itu,” kata Lopetegui dalam konferensi pers setelah laga, dikutip dari YouTube FIFA .

Qatar sudah dua kali ikut Piala Dunia. Pertama saat mereka menjadi tuan rumah pada tahun 2022, dan kini lolos sebagai salah satu wakil dari Asia.

Namun selama pesta ikut bola sejagat, Qatar sama sekali belum pernah menang. Torehan satu angka lawan Swiss beberapa hari lalu adalah poin pertama dan satu-satunya untuk mereka.

Melihat kenyataan itu, Lopetegui melihat aspek positifnya. Menurutnya, ada harapan Qatar bisa berkembang terutama para pemain muda.

Di satu sisi, Lopetegui berharap pelatihan pemain Qatar berjalan optimal. Ini karena wakil Asia Barat tersebut masuk ke dalam lima besar skuad rata-rata usia tertua di Piala Dunia 2026 (28,9 tahun).

“Hal lain yang saya pelajari adalah pemain muda Qatar. Mereka harus mengambil pelajaran dari pemain yang lebih berpengalaman,” ujarnya.

“Sayangnya kami punya pemain dengan usia lebih [tua]. Tapi pemain muda harus mengambil pelajaran dari sini untuk masa depan,” tambahnya.

Selanjutnya, Qatar akan tampil di Piala Asia 2027 pada Januari mendatang. Sang juara bertahan berada di Grup D bersama Jepang, Thailand, dan Indonesia.(Muh/*)

Exit mobile version