posaceh.com, Bireuen – Dalam rangka memperjuangkan hak-hak korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen Ir H. Mukhlis, ST menemui langsung Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, kepada wartawan menyampaikan, dalam pertemuan tersebut, Bupati Bireuen meminta Menteri Sosial RI mempercepat penyaluran jatah hidup (jadup) penyintas banjir dan tanah longsor di Bireuen, sesuai dengan tupoksi kementerian tersebut.
H. Mukhlis yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen, di hadapan Menteri Sosial menyampaikan penyintas banjir yang lulus verifikasi dan validasi tahap II, sampai saat ini belum menerima jadup dari Kemensos. Ia berharap pencairan dan penyaluran jadup tahap II tidak lagi terlalu lama.
“Kasihan rakyat kita di Bireuen, Pak. Mereka selalu bertanya-tanya tentang kapan jadupnya cair,” ujar H. Mukhlis, seperti disampaikan Jubir Muhajir Juli.
Sebut Jubir Muhajir Juli, dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Bireuen, khususnya kepada Bupati H. Mukhlis, yang telah bekerja keras melakukan penanggulangan pascabencana.
“Keberanian H. Mukhlis dalam melakukan berbagai kegiatan penanggulangan, sangat membantu proses penyaluran bantuan ke daerah terdampak lainnya,” ujar Muhajir Juli.
Gus Ipul juga memberikan apreasi kepada Pemkab Bireuen di bawah komando H. Mukhlis yang telah menyajikan data akurat. Saat ini proses verifikasi dan validasi data telah selesai dilakukan di Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Muhajir, Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial akan secepat mungkin menyalurkan jadup kepada penyintas bencana di Bireuen yang nama-namanya telah lulus verifikasi tahap II. Pun demikian Mensos berpesan supaya para penyintas tetap bersabar, karena proses pencairan uang negara dilakukan dengan cara mengikuti seluruh persyaratan administrasi. Setiap rupiah uang yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan kepada negara.
Gus Ipul dalam pertemuan dengan Bupati Bireuen, sebut Jubir Muhajir Juli juga menegaskan, bahwa setiap rupiah jadup yang dikirim, diterima langsung dan utuh oleh penerima. Tidak ada biaya apa pun. Dan uang tersebut tidak mengendap di dalam rekening siapapun.
Setelah pertemuan dengan Menteri Sosial, Bupati Bireuen H. Mukhlis mengatakan, sebagai kepala daerah dia tidak mengabaikan satu pihakpun. Dalam penanganan bencana, semua bidang yang terdampak harus menjadi perhatiannya. Karena bencana begitu besar, maka penanganannya juga membutuhkan waktu yang panjang.
Akibat bencana hidrometeorologi Sumatra yang memuncak pada 26 November 2026, Kabupaten Bireuen terdampak cukup parah. Banyak infrastuktur publik yang rusak. Jalan, jembatan, permukiman, sekolah, fasilitas kesehatan, persawahan, tambak, kebun, banyak sekali yang rusak. Oleh karena itu, perhatian Bupati dan perangkat kerjanya juga harus dibagi.
“Bapak Bupati menegaskan, sejak awal tak ada niat memprioritaskan sektor A mengabaikan sektor B. semua diperhatikan. Semua ditangani. Cuma semuanya butuh waktu, anggaran, dan tenaga. Tidak bisa serta merta. Harus bertahap, terukur, dan terencana,” katanya.
Bupati juga meminta doa dari seluruh masyarakat Bireuen supaya proses pemulihan Kabupaten Bireuen dapat berjalan dengan baik.(Rizal)
