Internasional

Pentagon Incar Tanah Jarang Langka di Malaysia, Tantang Dominasi China

26
The Wall Street Journal. FOTO/

posaceh.com, Kuala Lumpur – Upaya Pentagon untuk mendapatkan unsur-unsur tanah jarang yang paling langka berujung ke kota pelabuhan kecil di Malaysia.

Di lokasi tersebut, perusahaan asal Australia, Lynas Rare Earths, telah memulai produksi logam tanah jarang berat, jenis mineral yang sangat sulit didapatkan dan selama ini didominasi total oleh China.

“Tidak ada yang berhasil membuat logam tanah jarang berat terpisah di luar China selama 20 tahun terakhir,” kata Kepala Eksekutif Lynas, Amanda Lacaze, dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (26/4/2026).

Ketergantungan global pada China terbukti berisiko tinggi. Saat Beijing menghentikan ekspor unsur ini di tengah ketegangan dagang tahun lalu, pabrik otomotif di AS dan Eropa terpaksa berhenti beroperasi.

Kini, Lynas berada di garda terdepan upaya AS dan sekutunya untuk mematahkan monopoli China tersebut.

Pentagon kucurkan dana besar Demi memastikan pasokan militer tetap aman, Pentagon mengambil langkah tidak biasa dengan mencapai kesepakatan awal senilai 96 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) untuk membeli logam dari Lynas pada Maret 2026.

Tak hanya Lynas, perusahaan AS MP Materials yang berbasis di Las Vegas juga berencana membangun kilang pengolahan serupa yang dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini. Bulan lalu, Lynas mencatatkan pencapaian penting dengan memproduksi samarium oksida.

Mineral ini sangat vital bagi industri pertahanan karena digunakan dalam magnet tahan panas untuk mesin jet tempur dan sistem rudal.

Tantangan pemurnian Meski mineral tanah jarang sudah banyak ditambang di luar China, tantangan terbesarnya adalah proses pemurnian.  Dibutuhkan ratusan tahapan kimia menggunakan asam industri untuk memisahkan mineral-mineral tersebut.

Lynas telah memiliki kilang di Kuantan, Malaysia, selama lebih dari satu dekade.  Namun, sebelumnya kilang ini hanya mampu memproses logam tanah jarang ringan yang lebih umum. Untuk logam tipe berat, Lynas terpaksa mengirimnya ke China untuk diproses.

Kini, dengan selesainya pabrik pengolahan logam tanah jarang berat di Kuantan, Lynas bisa memproduksi oksida murni sendiri.

Terbium yang dihasilkan tampak berwarna cokelat tua, sedangkan disprosium muncul dalam bentuk bubuk keputihan.  Oleh karena kelangkaannya, logam-logam ini dikemas dalam kaleng kecil seberat 22 kg yang nilainya mencapai puluhan ribu dollar AS.

Sementara, unsur tanah jarang yang kurang berharga seperti serium dimasukkan ke dalam karung seberat 816 kg.

Unsur tanah jarang yang berat ditaburkan ke dalam magnet agar dapat berfungsi pada suhu yang lebih tinggi. Hal ini penting untuk mobil dan pesawat terbang yang mesinnya beroperasi pada suhu tinggi.

Peta persaingan global

Selain di Malaysia, AS juga melirik potensi di Amerika Selatan.  Pada Februari, lembaga pendanaan AS memberikan pinjaman 565 juta dollar AS (Rp 9,73 triliun) kepada Serra Verde yang mengelola tambang di Brasil.

Tak lama berselang, perusahaan USA Rare Earth mengakuisisi Serra Verde senilai 2,8 miliar dollar AS (Rp 48,2 triliun) guna menjamin stabilitas pasokan ke Negeri Paman Sam.

Perusahaan pertahanan AS menghadapi tenggat waktu pemerintah tahun 2027 untuk memastikan, tidak ada unsur tanah jarang dalam rantai pasokan magnet mereka yang berasal dari China.  Lacaze mengatakan, Lynas memasok unsur tanah jarang non-China ke produsen magnet Jepang yang kemudian memasok industri pertahanan AS.

Perusahaan pertahanan AS menghadapi tenggat waktu pemerintah tahun 2027 untuk memastikan, tidak ada unsur tanah jarang dalam rantai pasokan magnet mereka yang berasal dari China.

Lacaze mengatakan, Lynas memasok unsur tanah jarang non-China ke produsen magnet Jepang yang kemudian memasok industri pertahanan AS.

Spesialis mineral kritis Baskaran mengatakan, upaya untuk mencapai kemandirian logam tanah jarang masih dalam tahap awal.

“Meskipun momentumnya nyata, menerjemahkan pengumuman ini menjadi produksi membutuhkan waktu bertahun-tahun,” katanya.(Muh/*)

Exit mobile version