Olahraga

Penonton Persiraja vs Persikota di Stadion H Dimurthala Membludak

1701
Skuad Persiraja berfoto bersama sebelum laga melawan Persikota Tangerang di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Jumat (20/12/2024) malam. FOTO//INSTAGRAM

posaceh.com, Banda Aceh – Laga Persiraja vs Persikota Tangeran dibanjiri penonton, sampai-sampai Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh dipenuh pendukung setia Tim Lantak Laju. Kapasitas stadion antara 7.000 sampai 8.000 orang disesaki dengan 7.857 penonton.

Laga yang meloloskan langsung Persiraja ke babak 8 besar menuju Liga 1 dilaksanakan pada Jumat (20/12/2024) malam dengan harga tiket dimulai dari Rp 30 ribu, Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per orang. Kondisi ini, tentunya akan membantu keuangan Persiraja yang dipimpin Nazaruddin yang akrab dipanggil Dek Gam, menantunya mantan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang juga anggota DPR-RI.

Hiruk-pikuk stadion terdengar jelas saat laga yang berlangsung sengit sejak babak pertama dimulai. Teriakan Persiraja terus mendengung sepanjang pertandingan, yang menandakan kecintaan warga Aceh terhadap Laskar Rencong ini sangat tinggi. Bahkan, harapan digantungkan, dapat berlaga di kasta tertinggi, Liga 1 Indonesia, seperti Liga Super Malaysia.

Jumlah penonton Persiraja vs Persikota Tangerang di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Jumat (20/12/2024) malam. FOTO//INSTAGRAM

Kondisi ini yang telah berubah secara dramatis, tidak terlepas dari keberhasilan menjaga performa bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Apalagi, Persiraja telah menambah 7 pemain baru, dua asing dan lima lokal, sehingga ada keinginan untuk melihat aksi mereka di lapangan.

Pola perubahan yang dilakukan pendukung Persiraja, persis sama dengan Timnas Indonesia, baik menang, seri ataupun kalah, dukungan terus tetap terlihat, dengan harapan pada laga selanjutnya dapat memenangkan pertandingan. Tentunya, para pemain, ofisial dan pelatih tidak mau mengecewakan pendukungnya sendiri yang datang jauh-jauh untuk melihat tim kesayangannya bertanding.

Animo masyarakat Aceh terhadap sepakbola tetap tinggi, khususnya untuk mengenal dan mengetahui tim Persiraja yang telah lama melanglang-lintang di dunia persepakbolaan Aceh. Namun, seiring perubahan sepakbola yang dulu bergulir seadannya, kini telah berubah menjadi industri sepakbola.

Jika sebelumnya, pendukung Persiraja tidak pernah membayangkan dapat memboyong pemain abroad atau luar negeri, kini sudah terlihat jelas bersama klub-klub lainnya di Liga 2 dan Liga 1. Dengan berubah menjadi industri, maka laga kandang sangat dibutuhkan, karena kehadiran penonton sangat menentukan pemasukan yang diterima pihak klub.

Jika terkena sanksi larangan dengan penonton yang sudah dialami Persiraja, maka hal itu tentunya sangat merugikan Persiraja sendiri. Makanya, di samping pintu tribun C stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh sudah dipasang peringatan larangan membuat keributan atau kerusuhan, karena akan merugikan tuan rumah.

Sehingga, dalam tiga pertandingan terakhir kandang, terbaru melawan Persikota Tangerang dengan skor kemenangan telak 6-2, para penonton mulai tertib, hanya teriakan dukungan ke Persiraja atau cemoohan kepada pemain Persikota saat memegang bola dan tidak membuat aksi seperti masuk lapangan atau lainnya, karena pasti ada sanksi dari PSSI.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas dalam berbagai kesempatan menyatakan akan menyuguhkan pertandingan yang menarik, sekaligus memenangkan pertandingan dengan harapan kehadiran penonton di stadion seperti yang diharapkan. Penjualan tiket yang telah dimulai secara online, untuk mencegah munculnya agen penjualan tiket seperti sebelumnya, juga sudah berhasil menarik minat kembali penonton.

Dalam laga teranyar, melawan Persikota pada Jumat (20/12/2024), nyaris tidak ada kursi penonton yang kosong, baik tribun C dengan harga tiket termurah sampai termahal VVIP. Dengan kehadiran penonton yang memenuhi stadion, tentunya akan memberi spirit kepada pemain, bahkan bisa menjadi pemain ke-12.(Muh)

Exit mobile version