Daerah

Pengungsi di SD 11 Langsa Belum Dapat Bantuan Logistik, Kondisi Memprihatinkan, Rumah Berlumpur Setebal 30 Centimeter

378
×

Pengungsi di SD 11 Langsa Belum Dapat Bantuan Logistik, Kondisi Memprihatinkan, Rumah Berlumpur Setebal 30 Centimeter

Sebarkan artikel ini
Ruangan dan halaman rumah warga di Kampung Melayu Dua, Gampong (Desa) Daulat, Senin (1/12/2025) yang berantakan dan berlumpur setebal sekitar 30 centi meter, pasca banjir yang melanda Langsa, Selasa (25/11/2025). Foto : kiriman warga

posaceh.com,Langsa – Para keluarga korban banjir warga Kampung Malayu Dua, Gampong Daulat yang mengungsi di SD Negeri 11 Langsa, belum mendapat bantuan dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Warga mengungsi ke SD 11 yang berlokasi di kawasan Kampung Melayu Dua ini, karena rumahnya direndam banjir setinggi satu meter sejak Selasa (25/11/2025).

Pasca banjir, Senin (1/12/2025) warga sangat membutuhkan bantuan logistik berupa pangan, pakaian, penangan medis dan obat-obatan.

Menurut seorang warga Gampong Daulat, Endi, yang mengungsi teradapat anak-anak dan orang lanjut usia (Lansia) mengalami sakit seperti deman yang butuh penanganan kesehatan dan obat-obatan, sedangkan apotik belum ada yang buka.

Selain itu, sebutnya, warga pengungsi sangat butuh bahan pokok (bako) untuk makan. Persediaan bahan makanan seperti beras sebelum banjir yang dibawa dari rumah sudah menipis. Hingga saat ini belum ada bantuan.

Ruangan rumah warga di Kampung Melayu Dua, Gampong (Desa) Daulat, Senin (1/12/2025) yang berantakan dan berlumpur setebal sekitar 30 centi meter, pasca banjir yang melanda Langsa, Selasa (25/11/2025). Butuh bantuan untuk membersihkan agar warga bisa kembali ke rumah. Foto : kiriman warga.

Semetara menurut Putri warga lainnya, saat banjir keluarga dan warga lainnya hanya sempat membawa beberapa helai pakaian. Semua pakaian lainnya terendam air yang berlumpur.

Butuh Bantuan Bersihkan Lumpur

Sementara, warga masih bertahan di pengungsian di lantai dua SD 11 karena rumah mereka masih berantakan dan berlumpur setebal 30 centi meter.

Masyarakat yang mengungsi ini butuh bantuan pemerintah untuk membersihkan lumpur tebal, sehingga bisa cepat kembali ke rumah masing-masing.

Herdian penduduk Kampung Melayu Dua menyebutkan, lumpur sangat tebal memenuhi semua halaman dan dalam ruangan rumah.

Disebutkan warga butuh bantuan pemerintah untuk membersihkan lumpur tebal yang memenuhi rumah pasca banjir. Warga tidak mampu membersihkan lumpur yang begitu tebal dalam waktu cepat, apalagi anggota keluarga terbatas.

Sementara itu komunikasi lewat telepon selular atau hand phone baru bisa tersambung Senin (1/11), namun masih belum maksimal dan listrik masih padam.

Disebutkan, banjir yang melanda Kota Langsa terparah karena belum pernah banjir setinggi sekitar satu meter sampai di kawasan Kampung Melayu, Gampong Daulat dan kawasa pasar belakang. (Sdm).